Selamatkan Lingkungan dengan Diet Plastik

Diet kantong plastik untuk selamatkan lingkungan. kompasiana.com

SAHABAT Muda, berada di lingkungan yang bersih dan sehat adalah keinginan semua orang. Bila lingkungan dalam kondisi bersih serta sehat akan membuat para penghuninya nyaman dan kesehatan tubuhnya juga terjaga dengan baik.
Jika lingkungan kotor, tentu akan menyebarkan banyak penyakit. Salah satu untuk menjaganya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kita tahu banyaknya sampah plastik yang berada di lingkungan kita akan membuat kotor lingkungan kita.
Selain itu, sampah plastik juga bisa memicu perubahan iklim dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim karena kondisi bumi memanas.
Sahabat Muda, sampah plastik yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan tersumbatnya selokan dan badan air, termakan oleh hewan, serta rusaknya ekosistem di sungai dan laut. Kondisi tersebut tentunya sangat berbahaya bagi manusia.
Lantas, bagaimana cara agar kita dapat mengurangi konsumsi kantong plastik, salah satunya dengan diet plastik atau mengurangi penggunaan plastik. Seperti dengan membawa tas sendiri ketika belanja. Cara ini selain dapat menekan sampah plastik juga bisa dipakai berulang-ulang.
Salah satu sahabat Muda kita yang kini mulai mengurangi konsumsi plastik adalah Tubagus Nanda, siswa kelas XII SMAN 2 Bandar Lampung. Untuk mengurangi konsumsi plastik adalah dengan mengurangi belanja barang yang kurang efektif atau tidak konsumtif.
Untuk menekan sampah plastik, Nanda lebih nyaman membawa tas sendiri dibandingkan dengan memakai plastik. Selain terlihat lebih keren membawa tas sendiri, ketika belanja jadi bisa mengukur barang yang akan dibeli. "Saya termasuk orang yang jarang belanja, kalau belanja di toko enaknya bawa tas," ujarnya, Rabu (8/3/2017).

Berbahaya bagi Manusia
Menurut dia, kita harus menyadari bahwa kantong plastik memiliki bahaya luar biasa. Selain susah diurai sampah plastik juga dapat mencemari lingkungan. Bahkan kantong plastik yang dibakar bisa menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan.
Selain itu, kantong plastik yang digunakan sebagai wadah makanan berpotensi mengganggu kesehatan manusia karena racun pada kantong plastik bisa berpindah ke makanan. Untuk itu, sahabat Muda satu ini menyarankan agar sampah plastik dan nonplastik dipisah.
"Kantong plastik selain menambah banyak sampah juga tidak bisa didaur ulang, kemudian memberikan efek jangka panjang," kata dia.
Meski demikian, ketergantungan dengan kantong plastik tidak bisa dipungkiri, meski membawa tas, barang yang dibeli tetap dibungkus plastik.
Hal senada diungkapkan oleh Sahabat Muda Ardyandi. Ia mengaku jika berbelanja lebih suka membawa tas. Sebab, selain mengurangi sampah plastik, dengan membawa tas sendiri dapat menyelamatkan lingkungan dari pencemaran.
Meski didasari bawa diet plastik saat ini belum memberikan dampak yang signifikan, dengan menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat terhadap sampah plastik diharapkan dapat mengurangi konsumsi kantong plastik.
"Memang tidak terasa walaupun diberlakukan plastik berbayar nilainya pun terlalu murah, sehingga masyarakat tidak terasa dan terus pakai kantong plastik," ujar siswa kelas XII SMAN 2 Bandar Lampung itu.
Menurut dia, tidak bisa dimungkiri bahwa masyarakat saat ini belum bisa lepas dengan kantong plastik, mulai dari peralatan rumah tangga sampai belanja memang kantong plastik masih umum dilakukan. "Kami belum bisa lepas dengan kantong plastik karena memang mudah dapatnya dan murah."
Nurisnaini, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung, menuturkan bahaya kantong plastik yang dibakar bisa menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan. Selain itu, kantong plastik yang digunakan sebagai wadah makanan berpotensi mengganggu kesehatan manusia.
Bahaya lainnya sampah plastik sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. "Dampaknya lingkungan tanpa sampah plastik akan lebih bersih, udara menjadi segar," ujarnya.
Iis, sapaan akrabnya, mengaku sudah lama meninggalkan kantong plastik saat berbelanja, selain alasan keamanan membawa tas sendiri saat belanja lebih rapi. "Kalau saya memang sudah lama mengurangi plastik, bawa tas sendiri lebih keren," ujarnya.