Senandung Penyesalan dari Blantika Band

Blantika Band yang digawangi Rifky Katviansyah dan kawan-kawan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Khusus Narkotika Kelas II A Bandar Lampung saat tampil di LP setempat. Lampung Post/Zainuddin

FISIK boleh saja terbelenggu, terkungkung di balik terali besi. Namun, pemikiran, inspirasi, dan ide tak ada satu pun ada yang mampu membatasinya.
Demikian yang terjadi pada narapidana (napi) atau warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Khusus Narkotika Kelas II A Bandar Lampung. Kehadiran band LP Narkotika Bandar Lampung yang diberi nama Blantika dan terbentuk 30 April 2014 ini ternyata mampu bersaing dengan grup musik lainnya. Kepiawaian dalam bermain musik dan berolah vokal grup band yang digawangi Rifky Katviansyah, Gede Fisrthlanda, Tomy Prestiawan, Duta Okttaviar, Dedi Utomo, Rian Setiawan, dan Alex Sardo ini pun tak diragukan lagi.
Tak pelak, mereka pun kerap diundang untuk mengisi berbagai acara. Salah satunya pada peringatan Hari AIDS Sedunia di Pasar Seni Enggal, Bandar Lampung, belum lama ini. Penampilan grup band itu mampu menghipnosis penonton.
Seperti ketika membawakan tembang bertajuk Kembali Untuk-Mu karya mereka sendiri:

Aku Hanya Bisa Terdiam
Tanpa Ada Kata Yang Terucap,
Aku Hanya Bisa Berharap,
Semua Akan Kembali……

Tembang yang dibawakan begitu apik oleh sang vokalis, Rian Setiawan, bercerita tentang kehidupan napi yang penuh penyesalan. Selama tinggal di hotel prodeo harus terpisah dari orang-orang yang dicintai. Mereka pun mengimbau agar jangan mengikuti kebiasaan buruk yang akan membawa ke jurang kesengsaraan.
Rian tampil dengan gayanya khas. Energik dan eksentrik. Plus suaranya yang bening dan halus mampu membuai hadirin. Kehangatan suasana semakin terasa ketika Rian mengajak audiens bernyanyi.
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN yang turut menyaksikan acara tersebut terlihat terkesima. Kedua pejabat kepala daerah itu pun mengikuti lirik lagu yang disenandungkan sang vokalis. Sang vokalis pun mendapat tepukan hangat dari para tamu yang hadir.
Dalam ajang ini, mereka sedikitnya mengusung lima tembang. Selain tembang karya grup bandnya, juga milik Band Waru, grup musik dari LP Bandung bertajuk Say No To Drugs, Say No Say No.

Ide Kreatif
Kepala Subseksi (Kasubsi) Bimbingan Pemasyarakatan dan Perawatan LP Khusus Narkotika Bandar Lampung Rini Legitasi menjelaskan lahirnya band tersebut berawal dari program pembinaan minat dan bakat warga binaan. Berangkat dari itu, muncullah ide dari Kepala LP Narkotika Bandar Lampung untuk membuka kesempatan bagi narapidana (napi) menyalurkan hobinya. Di bawah pembinaan Rini Legitasari, pada 30 April 2014 lahirlah band LP Narkotika.
“Terbentuknya band LP Narkotika ini bermula dari ide kreatif Kepala LP untuk mengadakan pembinaan di bidang seni musik,” kata dia.
Memang, sebelum dibentuknya band tersebut, sudah ada grup musik di LP, tetapi kurang optimal dan belum ada bentuk simbolisnya. Kemudian diadakan audisi bagi warga binaan yang bisa dan hobi bermain musik atau bernyanyi. Akhirnya terkumpul warga binaan yang memiliki talenta di bidang musik. Untuk mematangkan kepiawaian mereka bermain musik, latihan rutin hampir digelar saban hari.
Ia bersyukur kehadiran band Blantika mendapat tempat di hati masyarakat. Mereka juga kerap diundang untuk mengisi berbagai acara. Seperti dalam pameran hasil karya seni dan musik napi pada 2015 di Mal Kartini, Pentas Olahraga dan Seni di LP Kelas II A Bandar Lampung, HUT Pemasyarakatan 2015 di LP Wanita Bandar Lampung, sertijab kepala Rutan Way Huwi. Juga tampil dalam acara PIPAS di LP Wanita Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.
Kepala LP Khusus Narkotika Bandar Lampung Sudjonggo memberikan apresiasi atas keberadaan grup band tersebut. Ia pun mempersilakan kepada warga Bandar Lampung yang ingin mengundang Blantika Band untuk tampil mengisi di berbagai acara.