Sensasi Baru Nasi Goreng Hitam

Nasi goreng hitam. Lampung Post/Zainuddin

MENIKMATI sajian kuliner dengan nuansa asri nan sejuk menjadi pilihan banyak orang. Tak pelak, pelaku bisnis berlomba-lomba mengusung konsep tersebut untuk menggaet pelanggan. Salah satunya Rumah Santap Rumah Kayu yang berada di Jalan Arief Rahman Hakim, Way Halim, Bandar Lampung.
Area resto yang luas ini tak hanya menghadirkan konsep alam, tapi juga untuk memuaskan hati para pengunjung dan pelanggan setia. Rumah Kayu terus melakukan berbagai terobosan olahan masakan dengan menghadirkan menu-menu baru. Di antaranya nasi goreng hitam, cumi woku, dan kerapu tim nyonya rumah kayu.
Benar saja, berbeda dengan nasi goreng pada umumnya. Nasi goreng satu memiliki cita rasa berbeda. Sensasi gurih dan pedas sangat terasa pada saat mengunyah nasi goreng ini. Warna hitam yang dihasilkan dari tinta cumi segar menambah gurih dan aroma seafood yang kental.
Untuk menambah rasa dan sensasi pedas, nasi goreng hitam memakai cabai caplak dan racikan bumbu rempah yang tidak dihaluskan. Semua bumbu, seperti cabai, bawang putih, hanya digeprek dan diiris tipis. Rasa pedas dari cabai caplak sengaja dipilih selain menambah rasa, sekaligus untuk menghilangkan bau amis pada cumi.
"Jadi nasi goreng hitam bisa menjadi pilihan untuk para pengunjung yang suka makan cumi dengan tinta. Sebab, sebagian orang suka makan cumi dengan tinta karena akan menambah rasa gurih," ujar Manajer Operasional Rumah Kayu Haris, Selasa (22/2/2017).
Menurutnya, untuk satu porsi nasi goreng hitam dibutuhkan dua sampai tiga ekor cumi berukuran besar yang diambil tintanya.
Selain tinta cumi, irisan cumi segar di dalam nasi goreng menambah nikmat sajian satu ini. Sebagai pelengkap, nasi goreng hitam disajikan dengan acar irisan timun, kerupuk udang, dan saus sambal. Untuk menambah aroma sedap, taburkan bawang goreng renyah di atasnya.
Olahan daging cumi selain dibuat nasi goreng hitam, Rumah Kayu juga membuat sajian baru berbahan dasar cumi, yakni cumi woku. Sama seperti nasi goreng hitam, menu satu ini juga memiliki sensasi rasa gurih dan pedas di mulut. Daging cumi yang gurih dan lembut membuat sajian satu ini bisa menjadi pilihan makanan saat musim hujan seperti saat ini. Untuk menghilangkan bau amis, cumi dimasak menggunakan bumbu rempah-rempah alami, seperti kunyit, batang serai, dan daun jeruk.
Warna kuning yang dihasilkan dari kunyit, menambah sensasi gurih yang berbeda dari sajian cumi pada umumnya. Selain itu, kuah berwarna hitam yang dihasilkan dari tinta cumi menambah kental cumi woku. "Cumi woku sengaja tidak dibuang tintanya. Cumi woku ini terinspirasi dari masakan manado cumi yang dimasak pedas.”

Kerapu Tim Nyonya Rumah Kayu
Pada sajian ketiga, Rumah Kayu menyajikan menu seafood dengan menggunakan ikan kerapu sebagai menu utamanya, yakni kerapu tim nyonya rumah kayu.
Masakan khas Malaysia satu ini memiliki cita rasa berbeda dengan olahan seafood pada umumnya. Khusus menu ini, pengunjung bisa memilih sendiri ukuran yang tersedia di kios ikan Rumah Kayu yang dimasak sesuai selera. Khusus kerapu tim nyonya rumah kayu, sajian ini memiliki rasa gurih dan manis.
Paduan bumbu rempah dan saus tomat yang pas membuat sajian ini sangat cocok bagi pengunjung yang tidak suka dengan rasa pedas.
Untuk menambah gurih menu satu ini, tidak lupa ditambahkan daun kemangi sebagai garnis di atasnya. Selain mempermanis penampilan, daun kemangi berkhasiat menghilangkan amis.
Tidak lengkap rasanya apabila menikmati sajian kuliner tanpa meneguk kesegaran minuman es cendol yang manis sebagai menu penutup.
Sama dengan es cendol pada umumnya, es satu ini menggunakan gula merah lengkap dengan cendol serta berbagai campuran lainnya. Seperti potongan buah mangga, tapai, dugan muda, potongan cincau tentu saja menambah nikmat sajian ini.
Menurut Haris, semua menu yang disajikan di Rumah Kayu telah melewati proses quality control, mulai dari rasa dan tingkat kebersihannya. Semua diawasi oleh tim, baik dari Rumah Kayu maupun dinas dan instansi terkait. Selain itu, untuk mempertahankan rasa dan cita rasa, Rumah Kayu menggunakan bumbu-bumbu lokal yang diracik sendiri.