Sentuhan Ayah Rangsang Kecerdasan Anak

Ilustrasi sentuhan ayah rangsang kecerdasan anak. detik.com

BANDAR LAMPUNG -- Ayah sering dianggap sebagai orang kedua dalam mengasuh anak. Namun, meski peran seorang ibu memang sangat utama, peran seorang ayah juga tidak bisa dikesampingkan dalam urusan tumbuh kembang kecerdasan anak.
Keterlibatan seorang ayah dalam mengurus anak sangat penting untuk memaksimalkan potensi kecerdasan anak maupun psikologi di periode perkembangannya, yang dimulai sejak usia 0—4 tahun.
Praktisi neurosains terapan, Anne Gracia, mengatakan pada enam bulan pertama, bayi yang mendapat sentuhan ayah terbukti memiliki nilai perkembangan motorik yang lebih baik jika dibandingkan dengan bayi yang hanya mendapatkan perawatan dari ibu.
"Keterlibatan seorang ayah dalam merawat bayi sejak awal kelahirannya akan memaksimalkan perkembangan fungsi indra maupun kognitif," ujar Anne Gracia, dalam sebuah diskusi berjudul Suamiku, Ayah Luar Biasa beberapa waktu lalu, di Jakarta.
Adapun memberikan sentuhan pada bayi dapat diwujudkan dengan cara menyuapi, memandikan, atau menggendong. Dari segi psikologis, bayi yang mendapat sentuhan dari ayah akan tumbuh dengan kestabilan emosi yang lebih baik, memiliki kepercayaan diri saat bergaul, dan tumbuh dengan kemampuan sosial yang maksimal. Selebihnya, sentuhan dari ayah juga mampu mencegah anak dari ancaman korban kejahatan seksual.
"Kalau anak pernah mendapat sentuhan dari ayahnya, otomatis dia bisa membedakan mana sentuhan laki-laki yang mengandung kasih sayang dan mana sentuhan yang mengarah kepada niat yang tidak baik," ujarnya.
Tidak cukup hanya memberikan sentuhan kala si kecil masih bayi, menurutnya, pendampingan pengasuhan dari ayah juga dapat dilakukan saat si kecil mulai tumbuh. Ayah akan lebih diharapkan anak-anak mendampingi mereka menjalankan hobi dan kesukaan mereka.
Namun, tak ada salahnya ayah juga mendengarkan keluh kesah sang anak untuk menimbulkan rasa kenyamanan berkomunikasi antara keduanya. Pembiasaan tersebut diyakini akan terbawa hingga anak-anak tumbuh dewasa dan memiliki kepercayaan diri yang lebih besar dibanding dengan anak yang tak memiliki waktu lebih dalam hal komunikasi kepada ayahnya.
Psikiater asal Yale Kyle Pruett mengatakan ayah memiliki peran yang sangat signifikan dalam perkembangan sosial, emosional, dan intelektual bagi anak-anak mereka. Berikut dampak positif jika ayah juga ikut terlibat dalam pengasuhan sang buah hati dilansir dari Medical Daily.

1. Memiliki Inteligensia yang Lebih Tinggi
Anak-anak yang merasakan pengasuhan ayah rata-rata memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik, serta lebih mudah mendapatkan keberhasilan dalam pendidikan dibanding dengan anak yang ayahnya tidak terlibat dalam pengasuhan.

2. Minim Masalah Perilaku
Penelitian menunjukkan kontribusi ayah dalam pengasuhan dapat menghindarkan anak-anak dari berbagai masalah perilaku. Selain itu, anak-anak juga cenderung tumbuh menjadi pribadi yang mudah bersosialisasi dan tidak mudah frustrasi.

3. Memengaruhi Sikapnya terhadap Lawan Jenis
Ayah adalah teladan bagi anak-anaknya. Cara ayah memperlakukan ibu dan anak-anaknya berdampak pada hubungan mereka terhadap pasangannya kelak. Penelitian menunjukkan anak laki-laki yang melihat cinta ayah kepada ibunya akan bertindak sama kepada pasangannya. Pada anak perempuan, kedekatan dengan ayah membantu mereka memahami laki-laki.

4. Lebih Sejahtera
Kesejahteraan anak lebih terjamin dengan kehadiran sosok ayah. Ada banyak kasus anak yatim umumnya memiliki kesejahteraan yang lebih rendah ketimbang anak-anak yang hidup dengan keluarga lengkap. Pada anak perempuan, kurangnya figur ayah berkorelasi dengan risiko pergaulan bebas. Pasalnya, ayah bertindak sebagai pelindung, baik secara fisik maupun emosional. Berdasarkan studi 2009, anak-anak yang besar tanpa pengasuhan ayah lebih sering mengalami bullying, keserasan seksual, dan diabaikan di lingkungan sosial.