Serunya Aktif Berorganisasi

Ilustrasi. Lampung Post/Ikhsan Dwi Nur Satrio

SEKOLAH atau kuliah itu enggak seru kalau belum ikut organisasi, guys! Sebab, belajar enggak cukup hanya di dalam kelas. Banyak kegiatan di luar kelas yang meski kalian ikuti untuk menambah pengalaman dan ilmu kehidupan.
Seperti istilah Aristoteles, sebagai zoon politicon atau makhluk sosial, ternyata kemampuan berorganisasi, berhubungan dengan orang lain, hingga kemampuan bekerja sama ternyata penting banget. Karena kecerdasan itu tak melulu intelektual, tetapi kita juga harus memiliki soft skill untuk bisa meraih sukses di kemudian hari.
Wadah yang pas untuk belajar itu semua apalagi kalau bukan organisasi. Di sekolah kalian, banyak macam organisasi bukan? OSIS, PMR, seni, sampai berbagai ekstrakurikuler (ekskul) olahraga.
Keseruan berorganisasi, ternyata dirasakan banyak sahabat Muda. Bahkan mereka sudah menjadikan kegiatan berorganisasi sebagai sebuah hobi yang mengasyikkan. Seperti yang dilakukan salah satu sahabat Muda, Tesa Putri Pramidan, yang mengaku menjadikan organisasi sebagai tempat menyalurkan hobinya di bidang seni.
Kini Tesa didapuk menjadi ketua ekskul Kolastra, yakni seni pertunjukan teater di SMAN 9 Bandar Lampung. Siswi kelas XII IPS 2 itu mengaku mendapatkan banyak pengalaman setelah ikut organisasi. “Seru, enggak cuma belajar di kelas, tetapi punya banyak teman lain di organisasi,” kata dia saat ditemui di sekolahnya, Jumat (24/2/2017).

Pandai Membagi Waktu
Dari kegiatan tersebut, Tesa mendapatkan kebersamaan dengan sesama anggota organisasinya, latihan dan belajar bareng, hingga manggung bareng. Seru kan.
Meskipun, menurut Tesa, setelah memutuskan ikut organisasi, dia harus lebih ekstra dalam membagi waktunya antara sekolah, belajar, main, dan organisasi. “Harus ada yang dikorbanin sih, tapi pintar-pintar membagi waktu aja,” ujar Tesa.
Dengan begitu, Tesa semakin disiplin dan dapat belajar memimpin teman-teman satu organisasinya yang memiliki berbagai karakter. Gampang-gampang sulit, kalau istilah Tesa menyebutnya.
Intinya, dengan berorganisasi banyak hal yang secara langsung ia pelajari, seperti berdiskusi menyampaikan ide, memahami satu sama lain, dan menumbuhkan rasa kebersamaan. “Penting deh, pokoknya karena sekolah itu enggak cuma belajar, tetapi juga harus punya banyak pengalaman,” kata dia. Apalagi organisasi juga kini menjadi poin lebih untuk siswa dapat diterima di perguruan tinggi melalui jalur bakat.
Tak hanya Tesa, sahabat Muda lainnya yang juga demen organisasi adalah Reghufer Refan Mubarak, yang saat ini menjadi ketua OSIS SMAN 9 Bandar Lampung. Refan mengaku sudah sejak SMP mengikuti organisasi. Menurutnya, organisasi benar-benar mengajarkan banyak hal, mulai dari kepemimpinan, tanggung jawab, manajemen waktu, serta keberanian menyampaikan ide dan gagasan. “Banyak banget deh organisasi yang aku ikuti, sampai susah disebut ini,” kata Refan.
Menjadi ketua OSIS, menurut Refan, adalah jabatan organisasi yang paling puncak yang pernah ia emban selama sekolah. Ia harus lebih ekstra karena harus memanajemen jalannya organisasi di sekolah yang banyak anggotanya. Dengan berorganisasi, Refan pun mengaku tak mengesampingkan prestasi akademiknya. Untuk itu, pintar-pintar membagi waktu antara belajar dan organisasi itu nomor satu.
Bonus yang didapat dari aktif berorganisasi, Refan memiliki banyak jaringan, baik di dalam sekolah, seperti dikenal semua guru bahkan kepala sekolah, juga jaringan dari luar sekolah, seperti teman-teman organisasi dari sekolah lain. Kalau yang paling berkesan, menurut Refan, dia seperti memiliki keluarga baru di setiap organisasi. Sebab, setiap anggota memiliki visi dan misi yang sama, serta selalu bekerja sama.
“Banyak deh yang didapat, karena yang penting itu bukan cuma ilmu di kelas, melainkan juga pengalaman yang menambah soft skill kita,” ujarnya.