SETITIK AIR: Episode Zaman (2)

Fathul Mu’in, wartawan Lampung Post

PEMBAHASAN ini melanjutkan tema beberapa Jumat yang lalu dari materi seorang khatib salat Jumat di Masjid IAIN Raden Intan Lampung tentang episode zaman. Bahwa ringkasan perjalanan sejarah umat Islam yang terdiri dari lima episode.
Episode pertama atau episode Kenabian adalah masa dengan umat Islam langsung dipimpin oleh Nabi Muhammad saw secara langsung. Episode ini berlangsung singkat yaitu 23 tahun. Ini merupakan masa yang singkat tetapi diberkahi Allah. Episode kedua atau episode Kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian adalah masa dengan setelah wafatnya Nabi Muhammad umat dipimpin oleh para sahabat mulia yang dijuluki Khulafaa Ar-Rasyidin. Masa ini ditandai kepemimpinan sahabat-sahabat utama, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Al-Khattab, Ustman bin 'Affan, dan Ali bin Abi Tholib.
Episode ini juga berlangsung singkat yaitu 30 tahun. Episode kedua ini pun sudah berlalu berabad-abad yang lampau.
Kemudian muncullah episode ketiga atau episode kepemimpinan raja-raja yang menggigit. Ia adalah masa dengan umat Islam dipimpin dengan pola kerajaan selama masa yang cukup lama, yaitu sejak tahun 40—1342 H atau sekitar 14 abad. Seperti Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, kemudian Kesultanan Turki Utsmani yang di dalam berbagai kitab sejarah dunia barat lebih dikenal dengan The Ottoman Empire.
Masa ini para pemimpin umat dijuluki oleh Nabi sebagai "para raja yang menggigit" karena ketika itu suksesi pergantian kepemimpinan seorang khalifah kepada khalifah berikutnya menggunakan pola keturunan alias pola kerajaan.
Disebut "menggigit" karena para raja tersebut "menggigit" Alquran dan sunah, turun sedikit kualitasnya dibanding dengan episode sebelumnya dengan para Khulafaa Ar-Rasyidin "menggenggam" Alquran dan sunah secara kuat dan mantap. Episode ketiga pun sudah berlalu dan menjadi sejarah.
Episode keempat adalah masa kepemimpinan raja-raja yang memaksakan kehendak atau para diktator. Ini adalah episode yang diawali semenjak runtuhnya kekhalifahan kesultanan Turki Ustmani pada 1924. Episode ini ditandai dengan runtuhnya kesatuan umat Islam dengan kesatuan wilayah dan kepemimpinannya. Umat Islam menjalani kehidupan laksana anak-anak ayam kehilangan induk. Pada episode keempat, umat Islam menjalani masa paling kelam dalam sejarah Islam, masa yang sedang kita jalani saat ini. Isyarat akhir zaman telah terjadi dan pada masa sekarang inilah tanda-tandanya akan semakin tampak jelas.
Hadis-hadis yang menerangkan isyarat akhir zaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu hadis yang menerangkan tanda-tanda kecil akhir zaman dan tanda-tanda besar akhir zaman.
Adapun tanda-tanda kecil akhir zaman yang utama secara singkat, antara lain ketika budak wanita melahirkan tuannya. Tersebarnya pengkhianatan dan tuduhan terhadap orang-orang yang jujur. Rasulullah bersabda, "Di antara syarat-syarat hari kiamat adalah timbulnya hal-hal keji, kevulgaran dalam kekejian, pemutusan silaturahmi, pengkhianatan terhadap orang jujur, dan kepercayaan pada orang-orang yang berkhianat." (HR. Ahmad)
Kemudian, munculnya orang-orang bodoh yang ikut berbicara tentang urusan-urusan umum masyarakat. Rasulullah bersabda, "Di pintu gerbang hari kiamat akan muncul tahun kepalsuan (yang penuh penipuan), di mana orang-orang jujur akan menjadi tertuduh dan orang-orang yang semestinya tertuduh dipercayai. Dan pada masa itu pula muncul Ar-Rawaibidhah." Lalu sahabat bertanya, “Apakah Ar-Rawaibidhah itu?” Berkata Rasulullah, "Yaitu orang bodoh yang berbicara tentang urusan-urusan masyarakat umum." (HR. Ahmad, Thabrani dari Abu Hurairah)
Selanjutnya, manusia saling bunuh tanpa hak dan tanpa tujuan kebenaran yang jelas. "Demi Zat yang diriku berada di tangan-Nya, sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman, di mana pada zaman itu si pembunuh tidak mengerti mengapa ia membunuh dan si terbunuh tidak mengerti mengapa ia dibunuh." (HR. Muslim)
Dan masih banyak hadis-hadis yang menerangkan tentang isyarat-isyarat kecil masa akhir zaman. Apabila diamati apa yang telah dan sedang terjadi di berbagai belahan dunia, isyarat-isyarat sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah telah tampak. Dan sesungguhnya sebagaimana banyak literatur, masa ini sedang dalam tahap menanti isyarat besar akhir zaman yang ditandai dengan munculnya Imam Mahdi.