Sjachrazad ZP Tutup Usia

Sjachrazad ZP (Dok)

BANDAR LAMPUNG--Mantan Sekretaris Kota Bandar Lampung, Sjachrazad ZP, tutup usia. Adik kandung mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP itu menghembuskan napas terakhirnya di ruang ICU RSUD Abdul Moeloek, Sabtu (11/3/2017), sekitar pukul 11.00, akibat sakit jantung yang dideritanya selama 15 tahun.
Pria kelahiran Tanjungkarang, 9 Maret 1949 itu meninggalkan seorang istri, yaitu Mirnawati Amirsyah, dan tiga orang anak, yakni Dewi Rhainy, Budi Setiawan, dan Ryan Madya Nandasyah, serta enam cucu.
Sjacharzad yang akrab disapa Bang Acad dan pernah menjabat ketua Kwartir Daerah Pramuka Provinsi Lampung itu dikebumikan di pemakaman keluarga Doeloe Boemi, Jalan Pagaralam (PU), Kedaton, Bandar Lampung, sekitar pukul 16.00.
Di rumah duka, tampak Gubernur Lampung M Ridho Ficardo turut berbelasungkawa. Gubernur disambut keluarga almarhum, Sjachroedin ZP dan Rycko Menoza. Selain itu, hadir pula para petinggi partai dan sejumlah anggota DPRD kota dan provinsi.
Rycko Menoza mengatakan pamannya itu menderita sakit jantung sejak 15 tahun terakhir dan kondisinya mulai menurun sejak Selasa (28/2) sehingga harus dilakukan perawatan di Rumah Sakit Bumi Waras. Kondisi mantan Ketua Umum KONI Lampung itu pun semakin parah dan harus dirujuk ke ruang ICU RSUDAM.
"Sabtu (4/3) lalu ngedrop di Bumi Waras dan dibawa ke RSUDAM. Sebenarnya beliau tidak pernah mau kalau dirawat dengan terlalu serius dan kalau ke dokter itu cuma langkah pencegahan. Masuk rumah sakit kemarin itu pun karena beliau sudah enggak mau makan sehingga harus diinfus," kata Rycko di rumah duka.
Menurutnya, Sjachrazad merupakan sosok pria bersahaja dan selalu membimbing keluarga, kerabat, dan rekan-rekannya. "Beliau itu hampir tidak pernah marah dan untuk itu dari keluarga sangat kehilangan. Saat beliau di ICU pun masih sempat bercanda dengan Sjachroedin tentang masa-masa kecil," kata dia.
M Ridho Ficardo mengatakan sosok Sjachrazad sangat dikenal di kalangan pramuka Lampung karena sempat membina Kwarcab Lampung. Dalam kepemimpinannya di pramuka Lampung, beliau dikenal dengan kedekatannya kepada para anggota.
"Sangat dikenal sebagai kakak pembina dan kakwarcab. Kedekatan dan dukungannya sangat luar dalam membantu anak-anak pramuka Lampung. Dulu yang saya butuhkan itu betul-betul dicukupi oleh beliau. Untuk kenangannya, terutama di pramuka, persahabatan itu dibangun di sana dan sudah seperti kakak-adik," ujar Gubernur usai melayat.
Dia menambahkan saat terakhir bertemu Sjachrazad di rumah sakit, kondisinya telah sulit untuk diajak berbicara. Namun, isyarat mata almarhum menunjukkan kesenangan atas jengukan dari Gubernur. "Beliau mengerti kalau saya menjenguk, tetapi tidak bisa ngomong."