Soal USBN Geografi Diduga Bocor

Ilustrasi USBN 2017. klinikpendidikanjatim.com

BANDAR LMAPUNG -- Hari pertama pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tingkat SMA sederajat, Senin (20/3/2017) diduga mengalami kebocoran. Kebocoran tersebut disinyalir terdapat pada soal mata pelajaran Geografi.
Informasi yang dihimpun Lampung Post, wartawan harian ini mendapat gambaran bocoran soal berupa empat soal pada lembar pertama mata pelajaran tersebut pada Minggu malam (19/3/2017) yang disinyalir beredar di kalangan guru dan juga mahasiswa yang mengikuti bimbingan belajar.
Ketika di-cross check kebenarannya pascapelaksanaan USBN Geografi yang merupakan mata pelajaran kedua pada hari pertama, soal pertama dan soal kedua memiliki kesamaan 100%.
Pada soal pertama, di bagian akhir terdapat pernyataan konsep geografi berkaitan dengan uraian adalah yang dipadu dengan lima pilihan ganda jawaban yang sama persis. Kemudian pada soal nomor dua, yakni keterbatasan tentang daerah resapan air di wilayah perkotaan, dan pada akhir soal menyatakan pendekatan geografi yang berkaitan dengan fenomena tersebut adalah...
Kemudian disertai dengan lima jawaban pilihan ganda yang sama. Untuk soal nomor tiga dan empat tidak sama dengan informasi yang didapat Lampung Post.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidkan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung Sulpakar belum bisa dikonfirmasi. Yang bersangkutan tidak bisa ditemui di ruangannya dan pesan singkat maupun telepon juga tidak dijawab meski ponsel dalam keadaan aktif.
Begitu juga dengan Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung Sobirin. Dia tidak ada di ruangannya saat dikunjungi Lampung Post, ponsel pun tidak diangkat ketika dihubungi.
Sedangkan Sekertaris Disdikbud Provinsi Lampung Aswarodi juga enggan berkomentar, pihaknya menyarankan untuk langsung mengonfirmasi kepada Kadisdikbud Sulpakar.

Pemantauan USBN
Sementara itu, pelaksanaan USBN di beberapa sekolah berlangsung lancar. Anisya Febiola, siswi kelas XII IPS 3 SMAN 1 Bandar Lampung, mengatakan soal yang ia kerjakan cukup sulit. Kendati ada yang tidak bisa ia kerjakan, soal tersebut dinilai sudah sesuai dengan kisi-kisi dan mata pelajaran yang ia tempuh mulai dari kelas X.
Ia mengaku tidak mengetahui adanya kebocoran soal dan hanya fokus mengerjakan soal tersebut. Ponsel pun tidak bisa mereka bawa ke dalam ruangan.
“Kalau masalah soal bocor saya enggak tahu. Kita bawa HP aja enggak bisa, tapi soal tadi agak susah. Kalau esai bisa pake penalaran sih,” ujarnya kepada Lampung Post saat ditemui SMAN 1 Bandar Lampung, Senin (20/3/2017).
Sedangkan siswa SMAN 4 Bandar Lampung, Fajar Ramadan, ketika ditunjukkan bocoran tersebut sempat mengatakan kalau soal nomor satu dan dua sama dengan soal yang ia kerjakan. Akan tetapi dirinya tidak mengetahui adanya kebocoran soal dan hanya fokus mengerjakan soal tersebut.
Meski kisi-kisi soal sudah ia dapatkan, dirinya masih mengalami sedikit kendala dalam mengerjakan, terutama esai.
"Kayaknya soal itu sama nomor 1 dan 2 sama yang kami kerjain, tapi kami mah enggak ada bocoran, HP aja disita pengawas," paparnya.