Sopir Truk Dibekuk karena Cabuli Siswi SMA

ilustrasi penangkapan. dok. lampost.co

KOTABUMI -- Seorang sopir truk ditahan di Malposek Abung Selatan, Lampung Utara karena diduga mencabuli sebut saja, Bunga (17), seorang siswi pelajar di salah satu SMA daerah setempat, Selasa (3/1/2017), sekitar pukul16.30.
Aksi tersangka terhadap korban dilakukan berkali-kali dengan cara bujuk rayu dan dijanjikan akan dinikahi. Perbuatan bejat tersangka akhirnya diketahui orang tua korban hingga dilaporkan ke aparat kepolisian setempat.
Tersangka Dedi Saputra (37), warga Desa Semuli Raya, Abung Semuli, Lampung Utara itu, kini menjalani pemeriksaan atas kasus pencabulan tersebut.
Menurut Kapolsek Abung Selatan, Ipu Zulkarnain dimintai keterangan, Rabu (4/1/2017), tersangka ditangkap karena diduga mencabuli Bunga (17).
”Tersangka kini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan di Malposek Abung Selatan guna proses penyidikan lebih lanjut atas kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur tersebut,” ujarnya.
Dia juga menjelasakan, tersangka ditangkap di jalan dan pengkapan itu dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan orang tua korban beberapa hari lalu.
Dari hasil pemeriksaan diketahui tersangka mengakui perbuatannya dan telah mencabuli korban 10 kali. Pertama kali perbuatannya dilakukan di dalam truk miliknya yang diparkirkan di salah satu rumah makan di daerah Kecamantan Abung Selatan, Lampung Utara pada bulan Juni 2016 lalu.
”Saya melakukan pencabulan pertama kali di dalam truk dan seterusnya di lokasi yang berbeda-beda hingga terakhir kalinya dilakukan pada akhir Desember 2016 lalu,” kata Zulkarnain menirukan penuturan tersangka yang telah memiliki istri dan anak tersebut.
Tersangka juga mengakui perbuatan itu dilakukan dengan cara membujuk rayu korban dan setelah itu memacarinya serta berjanji akan bertanggung jawab kepada korban.
Perbuatan bejat tersangka terbongkar, setelah orang tua korban curiga terhadap tingkah laku anak gadisnya yang tidak seperti biasanya kerap berpergian dengan alasan hendak belajar di rumah teman sekolahnya.
Mengetahui gelagat yang mencurigakan tersebut, orang tua korban membuntuti anak gadisnya dan mendapati korban pergi bersama tersangka. Akhirnya korban mengaku tersangka kerap menggauli layaknya suami-istri.