STIKes Umitra Gelar Seminar Pengembangan Keprofesian Sarjana Kesehatan Masyarakat

Program Studi Kesehatan Masyarakat STIkes Umitra menggelar Seminar Pengembangan Profesi Kesehatan Masyarakat dengan menghadirkan pembicara Edi Wiyono dan Noviansyah, Jumat (6/1/2017). Lampung Post/Setiaji Bintang Pamungkas

BANDAR LAMPUNG -- Program Studi Kesehatan Masyarakat STIkes Umitra mengadakan Seminar Pengembangan Profesi Kesehatan Masyarakat dengan menghadirkan pembicara Edi Wiyono dan Noviansyah.
Seminar yang berlangsung Jumat (6/1/2017) ini dibuka dan dihadiri Ketua STIKes Umitra, Zamahsjahri Sahli, dan segenap jajaran pengelola prodi Kesmas Umitra.
Edi Wiyono, Kepala Unit Manajemen Kepesertaan dan UPMP4 BPJS Kesehatan Bandar Lampung memaparkan BPJS Kesehatan memiliki program JKN dan KIS.
“Orang menganggap kartu untuk jaminan kesehatan adalah BPJS padahal itu adalah salah. Sebenarnya kartu yang digunakan untuk jaminan kesehatan adalah KIS (Kartu Indonesia Sehat),” jelas Edi.
Mulai tahun 2017 semua warga Indonesia diharuskan memiliki KIS. BPJS adalah perusahaan atau kantor yg menangani tentang asuransi kesehatan.
Edi juga menginformasikan untuk menjadi karyawan di BPJS harus memenuhi syarat seperti memiliki IPK 3,5 untuk universitas swasta.
Untuk negeri IPK 2,75. Tetapi semua lulusan yang memiliki nilai IPK yang bagus belum tentu menjamin diterima kerja. Karena dalam tahap wawancara dan psikotes serta tes kejiwaan di situlah terlihat kompetensi dan skill yang dimiliki.
Sementara itu, pembicara yang lain, Noviansyah, yang juga sekretaris IAKMI Lampung, memaparkan IAKMI adalah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia organisasi yg mempunyai visi dan misi untuk lulusan SKM. IAKMI mempunyai tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebanyak-banyaknya. “Untuk menjadi seorang ahli kesehatan masyarakat harus melakukan uji Kompetensi untuk mendapatkn STR (surat tanda registrasi) bahwa sudah diakui kemampuannya di bidang ahli kesehatan masyarakat,” tutur akademisi ini.
Kampus Umitra sendiri direncanakan pada bulan Februari 2017 mendatang akan melakukan uji kompetensi kepada sedikitnya 150 calon peserta dari Umitra.