STIP Harus Direformasi Total

STIP di Cilincing Jakarta Utara/MI/Immanuel

Jakarta -- Pengamat Pendidikan Doni Koesoema menegaskan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) harus direformasi. Reformasi harus dilakukan menyeluruh, bukan hanya mengeluarkan pelaku kekerasan atau pihak tak bertanggung jawab.

Pembebastugasan Kepala STIP Capt Weku Frederik Karuntu akibat tewasnya Amiruloh Adityas Putra karena dipukuli senior, dinilai bukan solusi. "Menghentikan atau mengevaluasi saja tidak cukup. Mengevaluasi itu kuncinya di pembina, terutama paradigma. Konsepsi pendidikannya juga mesti diubah," kata Doni dalam dialog Metro Pagi Primetime Metro TV, Kamis (12/1/2017).

Doni memandang kekerasan yang kerap terjadi di STIP akibat adanya cara pandang salah dan membudaya dalam mendidik kedisiplinan siswa. Perubahan mesti segera dilakukan, mulai pembinaan, penerapan norma, aturan, hingga tradisi yang ada.

Selama ini, paradigma melatih kedisplinan yang terbangun di sekolah kedinasan seperti STIP justru mengabaikan norma yang ada. "STIP tujuan utamanya ialah membentuk karakter seseorang yang punya komitmen untuk melayani publik," tegas dia.

Menurut dia, ada banyak cara melatih kedisiplinan seorang siswa tanpa kekerasan. Salah satunya, menyelipkan program-program yang lebih menghaluskan budi.

"Misalnya para mahasiswa di STIP ini perlu diajak mengapresiasi seni, seperti nonton teater," ucap Doni.