Struktur Masyarakat Adat Lampung

Masyarakat adat Lampung. 1.bp.blogspot.com

SECARA garis besar masyarakat adat Lampung dapat dibedakan kepada dua kelompok masyarakat, yaitu masyarakat Lampung beradat Pepadun yang disebut Lampung Pepadun dan masyarakat Lampung beradat Saibatin yang populer dengan sebutan Lampung Pesisir.
Kedua kelompok masyarakat dimaksud pada dasarnya berkembang di atas landasan dasar budaya yang sama, seperti bahasa, tulisan, filsafat pandangan hidup, tetapi berbeda pada pengembangan praktik yang dipengaruhi oleh kebiasaan lokal yang melingkarinya.

Masyarakat Lampung Beradat Pepadun
Masyarakat Lampung beradat Pepadun ditandai dengan upacara adat pengambilan gelar kedudukan adat dengan menggunakan alat upacara yang disebut Pepadun. Pepadun merupakan singgasana yang digunakan dalam setiap upacara pengambilan gelar adat. Oleh karena itu, upacara ini disebut Cakak Pepadun. Kelompok masyarakat ini pada umumnya mendiami daratan wilayah Lampung yang jauh dari pantai laut, seperti daerah Abung, Way Kanan, Sungkai, Tulangbawang, dan Gunungsugih.
Secara kekerabatan masyarakat ini terdiri dari empat klan besar yang masing-masing dibagi lagi ke dalam empat kelompok kerabat yang disebut Buay, dengan uraian dan perinciannya sebagai berikut:
Abung Siwo Megou, meliputi Buay Nunyai berlokasi di daerah Kotabumi; Buay Nuban, berlokasi di daerah Sukadana; Buay Subing, berlokasi di daerah Terbanggibesar; Buay Selagai, berlokasi di daerah Terbanggibesar; Buay Kunang, berlokasi di daerah Abung Barat; Buay Selaga, berlokasi di daerah Abung Barat; Buay Nyekhupa, berlokasi di daerah Gunungsugih; Buay Unyi, berlokasi di daerah Gunungsugih; Buay Tuha, berlokasi di daerah Padang Ratu; Mego Pak Tulang Bawang, meliputi; Buay Balau, berlokasi di daerah Menggala; Buay Umpu, berlokasi di daerah Tulangbawang Tengah; Buay Tegamoan, berlokasi di daerah Tulangbawang Tengah; Buay Aji, berlokasi di daerah Tulangbawang Tengah.
Sedangkan Buay Lima, meliputi Buay Barasakti, berlokasi di daerah Barasakti; Buay Semenguk, berlokasi di daerah Belambangan Umpu; Buay Baradatu, berlokasi di daerah Baradatu; Buay Pamuko, berlokasi di daerah Pakuan Ratu; Buay Bahugo, berlokasi di daerah Bahuga.
Kemudian Pubian, meliputi Buay Manyarakat, berlokasi di daerah Kedaton, Gedongtataan, dan Pagelaran; Buay Tambapupus, berlokasi di daerah Gedongtataan dan Pagelaran; Buay Bukujadi, berlokasi di daerah Natar;

Masyarakat Lampung Beradat Saibatin
Masyarakat Lampung beradat Saibatin disebut juga Lampung Pesisir, karena pada umunya mereka tinggal di daerah pesisir pantai. Masyarakat Lampung yang termasuk ikatan adat Lampung Saibatin adalah sebagaimana berikut: Sekala Bekhak berlokasi di daerah Liwa, Kenali, Pesisir Tengah, Utara, dan Selatan. Semaka berlokasi di daerah Kotaagung, Wonosobo, Cukuhbalak, Pardasuka, Kedondong, Way Lima, Talangpadang.
Teluk berlokasi di daerah Teluk Ratai. Melinting berlokasi di daerah Labuhanmaringgai dan Kalianda. Khanau berlokasi di daerah pesisir Danau Ranau. Kedua kelompok masyarakat adat Lampung tersebut memiliki sistem adat yang berbeda. Kelompok masyarakat Saibatin dalam masalah kepemimpinan, proses penobatannya berbeda dari masyarakat adat Pepadun. Bagi masyarakat Lampung beradat Saibatin seorang yang diangkat sebagai pemimpin adat adalah berdasarkan hak waris yang diperoleh seara turun temurun. Jadi pemimpin adat berlaku secara hierarki dalam lingkungan keturunan bangsawan. Pewaris pimpinan adat dan keluarga sebagai keturunan bangsawan memperoleh kedudukan adat yang berbeda dari warga masyarakat lainnya. Kedudukan dimaksud ditandai dengan gelar adat yang dinobatkan kepada masing-masing. Berbeda dengan yang terjadi pada masyarakat beradat Pepadun, dalam hal kepemimpinan adat mulanya hak kepemimpinan berada pada kerabat pendiri tiyuh atau kampung dan selanjutnya dapat diperoleh oleh setiap orang yang mampu memenuhi syarat pengesahan dan pengakuan yang ditetapkan oleh pimpinan adat untuk dapat Cakak Pepadun. n