Surplus Koperasi SJJM Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Logo koperasi. antaranews.com

KALIANDA -- Tumbuhnya perekonomian di suatu daerah karena didorong ekonomi kreatif. Peningkatan surplus hingga 100% Koperasi Sidomulyo Jejama Makmur (SJJM) di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, membuat pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar ikut meningkat.
Performa koperasi yang baru berdiri tahun lalu itu menunjukkan tren positif untuk mengelola sebanyak 70 kelompok koperasi yang beranggotakan 800 orang. Peningkatan surplus itu merupakan langkah awal yang bagus untuk kemajuan ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Dengan modal penyertaan Koperasi SJJM sebesar 25% dan dana cadangan yang berimbang sebesar 25%, otomatis surplus pendapatan meningkat hingga 100% dalam setahun.
Ketua Koperasi SJJM Muksin HS mengatakan untuk koperasi yang baru berjalan satu tahun tentu merupakan capaian yang baik. Sebab, pencapaian tersebut dapat mengelola sekitar 70 kelompok yang ada di Kecamatan Sidomulyo.
"Tujuan utama kami sebagai pengurus untuk mendongkrak ekonomi kreatif yang dicanangkan pemerintah," kata Muksin dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) di GSG Bethik Hati, Kecamatan Sidomulyo, Rabu (11/1/2017).
Muksin menjelaskan anggota kelompok koperasi yang berada di bawah naungan SJJM terus dikembangkan utamanya yang ada di Sidomulyo. Dengan cara penjualan sembilan bahan pokok (sembako) SJJM perlahan menjadi andalan masyarakat.
"Harapan kami dengan peningkatan surplus tersebut dapat diperhatikan dinas terkait dalam hal ini Pemkab untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif," kata Ketua Apdesi kecamatan setempat.
Sementara itu, Camat Sidomulyo Affendi, yang ikut hadir dalam RAT itu, mengapresiasi capaian yang ditunjukan Koperasi SJJM. Dia mengatakan penambahan pendapatan koperasi sangat bergantung pada anggota koperasi serta kelompok binaan yang juga eksis untuk memajukan koperasi tersebut.
"Pengelolaan yang jelas, serta bimbingan dari Dinas terkait adalah modal utama bertahannya koperasi tersebut, entah itu bersifat simpan pinjam ataupun pengadaan barang atau sembako," kata dia.