Susi Air Diharapkan Perpanjang Kontrak Penerbangan di Bandar Pekon Seray

Maskapai Susi Air diharapkan perpanjang kontrak penerbangan mrlayani Bandar Lampung-Bandara Pekon Seray, Pesisir Barat. (Foto:Dok.Lampost)

KRUI--Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Barat, sedang mengusahakan perpanjangan kontrak Susi Air untuk kembali beroperasi di Bandara Pekon Seray dengan mengajukan surat kepada Kementerian Perhubungan pada Februari 2017.

Sekretaris Dinas Perhubungan Pesisir Barat, Indra Asmara, mengemukakan saat ini pihaknya tengah mengajukan surat ke Kementerian Perhubungan pada tahun 2016 untuk perpanjangan kontrak, tapi isunya subsidi untuk penerbangan Susi Air dari Bandara Pekon Seray ke Bandar Lampung dan sebaliknya, sudah tidak dianggarkan kembali, sehingga Dinas mengirimkan surat kembali ke Kementerian Perhubungan pada Februari 2017.

"Kepala Dinas Perhubungan Pesisir Barat juga datang ke Jakarta untuk berkoordinasi ke kementerian Perhubungan untuk memastikan sibsidi penerbangan Susi Air di Bandara Pekon Seray tetap ada, sehingga kegiatan penerbangan di Pesisir Barat tetap berjalan," kata Indra, Jumat(3/3/2017).

Kalaupun memang subsidi penerbangan dianggarkan, penerbangan Susi Air biasanya dapat beroperasi kembali sekitar April 2017.
"Penerbangan Susi Air di Bandara Pekon Seray memang sudah berhenti sejak November 2016 dan biasanya kembali beroperasi pada April 2017, karena itu kami belum dapat memastikan apakah kementerian Perhubungan benar-benar menghapuskan subsidi penerbangan Krui - Bandar Lampung dengan maskapai Susi Air," jelasnya.

Mengantisipasi berhentinya penerbangan maskapai di Bandara Pekon Seray, saat ini pihaknya sedang melakukan penjajakan dengan maskapai penerbangan lain, sehingga apabila Susi Air tidak lagi melayani rute Krui-Bandar Lampung, masih ada maskapai lain yang beroperasi di Bandara.

Adapun persiapan yang dilakukan pihaknya adalah melakukan pendataan terkait jumlah kunjungn wisatawan asing per tahunnya ke Pesisir Barat dengan melaksanakan survei ke hotel-hotel di Pesisir Barat, agar data tersebut nantinya dapat digunakan untuk memberikan gambaran pangsa pasar penerbangan di Pesisir Barat kepada maskapai, sehingga maskapai tersebut dapat meniliai prospek pasar yang ada di Kabupaten Pesisir Barat.