2013-09-04 05:45:00
Syarat Jadi Dubes Pandai Bergaul

JAKARTA (Lampost.Co): Pemerintah mengajukan 20-an nama calon duta besar (dubes) kepada Komisi I DPR. Para calon ini, jika disetujui, nantinya akan menjadi jembatan antara Indonesia dengan negara tempatnya bertugas nanti. Pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana, menilai bahwa siapa pun nantinya yang akan menjadi dubes Indonesia, haruslah dapat mewakili kepentingan Indonesia. "Dubes itu harus bisa menyuarakan kepentingan Indonesia, yang positif tentunya. Serta bisa amanah dalam menjalankan tugasnya," ujar Hikmahanto, Selasa (3-9).

Hikmahanto menambahkan bahwa seorang dubes juga harus pandai bergaul, baik dengan orang-orang di negara tempat ia bertugas, maupun dengan perwakilan dari negara-negara lain. Selain itu menurutnya, dubes Indonesia harus mampu mengumpulkan informasi-informasi dari negara tersebut, serta menyampaikan ke Jakarta untuk bahan rumusan kebijakan terhadap negara tersebut. "Harus dilihat apa yang bisa diperbuat oleh (seorang) dubes. Bisa dari mengenalkan potensi wisata Indonesia, memfasilitasi pelaku usaha dari Indonesia yang akan ke negara itu, atau menarik investor. Bisa dilihat, apa program mereka dalam menyuarakan Indonesia," tambahnya.

Hikmahanto menambahkan, seorang dubes sendiri bisa berasal dari kalangan apa pun, baik dari militer, akademisi, politisi, maupun dari Kementerian Luar Negeri. Namun menurutnya, jangan sampai seseorang menjadi dubes karena tidak ada jabatan lagi yang bisa ditempatinya.

"Jangan sampai karena tidak ada jabatan, terus jadi dubes saja. Kerjanya jangan hanya duduk, lalu cekcok dengan negara tersebut. Mending tidak usah jadi dubes," tegasnya. "Yang pasti, standar kriterianya adalah dapat mewakili kepentingan Indonesia," tutup Hikmahanto. BRT1/L-2

komentar facebook