Tahun Ini Dana Desa Lampung Naik Jadi Rp1,9 Triliun

Alokasi dana desa di Lampung naik Rp400 miliar atau menjadi Rp1,9 triliun. (ilustrasi)

BANDAR LAMPUNG--Pemerintah pusat memastikan dana desa (DD) tahun ini akan cair akhir Maret. Pencairan akan dilakukan dua tahap, yakni Maret sebesar 60 persen dan Agustus 40 persen.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi Lampung, Yudha Setiawan, membenarkan jika DD akan cair pada Maret. Menurut Yudha, jadwal pencairan itu sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). "Kalau PMK-nya begitu. Tapi soal tanggalnya saya belum tahu kapan pastinya," kata Yudha, Kamis (16/3/2017).

Yudha menuturkan tahun ini DD untuk Provinsi Lampung mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. "Tahun ini Rp1,9 triliun naik rP400 miliar dari sebelumnya Rp1,5 triliun. Nah, jika ada dua tahap DD Maret ini akan transfer ke daerah. Untuk tahap pertama Rp1,140 trilun, sedangkan tahap ke dua sisanya Rp760 miliar," jelasnya.

Menurut Yudha, ada empat program yang akan dilakukan pada tahun ini dalam meningkatkan kesejahteraan desa tertinggal. Keempat program merupakan kebijakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, yang meminta kepada seluruh kepala desa mengarahkan penggunaan dana desa untuk empat program prioritas kementerian agar dapat terwujudnya desa mandiri di indonesia termaksud Provinsi Lampung.

Empat program prioritas yang perlu didorong oleh kepala desa yakni satu desa satu produk dengan memfokuskan suatu produk komoditas tertentu agar memiliki nilai tawar lebih tinggi. Kedua, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menambah pendapatan asli daerah dan bisa menjadi modal pembentukan desa yang mandiri. Ketiga, pembangunan embung, dan keempat pembangunan sarana olahraga di setiap desa.
Yudha berharap jika DD sudah bisa cair pada Maret ini pihaknya meminta penggunaan dana desa tidak disalahgunakan dan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan pembangunan desa dan mensejahterakan masyarakat.