Tak Dianggarkan, E-Parking di Metro Bakal Tak Terwujud

Parkir elektronik di kota Metro tak dianggarkan dalam APBD 2017. (Ilustrasi)

METRO--Rencana Pemkot Metro menerapkan parkir elektronik (e-parking) di Kota Metro bakal tak terwujud. Pasalnya, Pemkot setempat tidak menganggarkan dana untuk pelaksanaan pengadaan e-parking pada APBD tahun 2017.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Kota Metro Firmansyah menjelaskan, harapan sejumlah kalangan agar di Kota Metro diterapkan e-parking dipastikan tidak dapat terwujud, karena pada APBD tahun 2017 tidak dianggarkan untuk kegiatan pengadaan sarana pendukung e-parking. "Pada APBD tahun 2017 tidak dianggarkan untuk kegiatan pengadaan sarana pendukung e-parking. Itu untuk penghematan anggaran," kata Firmansyah, beberpa hari lalu.

Menurut dia, pada APBD tahun 2016 memang dianggarkan untuk kegiatan pengadaan sarana pendukung e-parking. Namun, Dishub Kominfo tidak melaksanakan kegiatan tersebut, karena anggarannya digunakan untuk menutup sebagian devisit APBD tahun 2016. "Pada tahun anggaran 2016 memang dianggarkan untuk kegiatan e-parking. Tetapi tidak dilaksanakan karena anggarannya digunakan untuk menutup sebagian devisit APBD tahun 2016," paparnya.

Tidak terlaksananya E Parking mendapat respons DPRD setempat.
Ketua Komisi I DPRD Kota Metro, Basuki, Kamis (8/12/22016), menilai Pemkot memang perlu menerapkan e-parking. Hanya perlu dilakukan kajian mendalam, seperti pengelolaan secara swakelola atau oleh pihak ketiga, mengingat jika program e-parking diterapkan, banyak juru parkir yang kehilangan pekerjaan. "Mungkin karena belum siap dengan pengelolaan, anggaran e-parking yang dialokasikan pada APBD tidak direalisasikan oleh Dishub setempat," kata politisi PDI-P, Basuki.

Sebelumnya, kalangan DPRD Kota Metro mempertanyakan, meski sudah tiga tahun anggaran, parkir elektronik (e-Parking) tidak juga dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

"DPRD telah menyetujui usulan anggaran Dishub terkait penerapan e-Parking di Kota Metro. Estimasi anggaran mencapai Rp 200 juta untuk satu titik parkir yang akan diterapkan e-Parking. Dengan anggaran Rp 400 juta, kami optimistis dengan e-parking bisa meningkatkan pendapatan sektor retribusi mencapai 100 % persen dari target yang sudah ditetapkan di titik tersebut," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Metro Hendri Susanto.