Takut Pencurian, Kepala Tiyuh Tirta Makmur Pilih Ngantor di Rumah

Balai Desa Tirta Makmur di Jl. Simpang Siregar jarang ada aktivitas perkantoran tapi ramai dikunjungi warga yang memanfaatkan jaringan WiFi gratis. (Foto:Lampost/A.Sobirin)

PANARAGAN--Alasan takut terjadi pencurian di wilayah Tulangbawang Tengah membuat Kepala Tiyuh Tirta Makmur jarang mengantor di balai desa setempat.

Kepada Lampost.co, Kepala Tiyuh Tirta Makmur, Sapto Suhendar, mengatakan pelayanan dapat dilakukan diluar kantor dan ia juga khawatir barang-barang di balai desa menjadi sasaran tindak pencurian.
"Minimal dua kali dalam seminggu kami ke kantor, selebihnya bisa memberikan pelayanan di mana saja, ujar Sapto, di rumah Sekdes setempat, Senin (2/1/2017).

Selain itu, faktor keamanan juga kami pertimbangkan jika komputer dan alat- alat lainnya kami tinggal kan disini, bisa saja dicuri orang, ujarnya yang menyebutkan belum pernah terjadi kehilangan.
Kades yang hobi mancing itu menolak anggapan dirinya tidak bekerja secara maksimal dalam membangun desanya, ia berdalih di tahun pertama pemerintahan desanya sudah mampu menyerap anggaran Dana Desa mencapai Rp821 juta pada tahun 2016.
"Dari anggaran itu sudah terbangun 40 titik gorong-gorong berikut talut sepanjang 300 meter, belum lagi kegiatan pemberdayaan yang kami lakukan, apakah itu tidak dianggap kerja" kata dia, yang mengaku bingung menanggapi kritikan dari berbagai pihak termasuk warganya.
Sementara itu, dari pantauan Lampost, balai desa yang berada di Simpang Siregar itu, nampak selalu ramai dari pagi hingga malam oleh warga beragam usia yang memanfaatkan hot spot atau wifi gratis hibah Pemda setempat di balai desa Tirta Makmur.