Talang Air Pringsewu, Wisata Peninggalan Belanda nan Indah

Tempat wisata Talang Air Raksasa di Kelurahan Pajarisuk, Pringsewu. LAMPUNG POST/SUDIONO

BOSAN menikmati wisata pantai, alam pegunungan, air terjun, datang saja ke Pringsewu. Di kabupaten yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Bandar Lampung ini terdapat jenis wisata lain yang menarik, perpaduan wisata sejarah dan agrowisata, yakni Talang Air Raksasa dan Hutan Kota Pajaresuk, Pringsewu.
Untuk menikmati objek wisata ini Anda tidak dipungut biaya alias gratis. Talang Air Raksasa berada di Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu. Bangunan irigasi raksasa peninggalan pemerintah kolonial Belanda itu konon dibangun tahun 1927 dan masih kokoh hingga kini. Talang Air Pringsewu merupakan jaringan irigasi pertanian yang juga dimanfaatkan sebagai jembatan penyeberangan yang menghubungkan antara irigasi di bukit yang satu dan irigasi di bukit lain.
Talang air ini awalnya diperuntukkan sebagai penyuplai air ke hampir seluruh areal lahan persawahan yang ada di Kabupaten Pringsewu. Tapi, kemudian juga berfungsi sebagai jembatan penghubung transportasi warga untuk membawa hasil pertanian.
Pada saat itu, untuk keperluan pertanian di Kabupaten Pringsewu, Belanda membangun jaringan irigasi pertanian. Mengingat wilayah Pringsewu berbukit-bukit dan antara satu bukit yang satu dan lainnya dipisahkan oleh lembah, maka dibangunlah jembatan berupa talang air untuk mengalirkan air dari bukit satu ke bukit lainnya.
Talang air yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda berupa besi yang dibentuk setengah silinder, lalu disangga dengan tiang-tiang besi yang cukup kokoh.
Besi penyangga ini ditanam dalam tanah yang dikasih beton sehingga tidak perlu diragukan lagi kekokohannya. Anda semua pasti sudah sering lihat betapa kokohnya bangunan buatan Belanda bukan?
Adapun tinggi Talang Air Pringsewu ini sekitar 25 meter. Jika Anda fobia dengan ketinggian, mungkin agak takut juga saat melintasi talang air ini.
Selanjutnya, di atas silinder-silinder itu, ditaruh besi-besi sehingga talang air ini selain berfungsi sebagai irigasi, warga sekitar juga dapat memanfaatkannya sebagai jembatan untuk melintas di atasnya dari satu bukit ke bukit lainnnya. Talang air buatan kolonial Belanda berjumlah lima talang air, dan salah satu talang air yang paling terkenal adalah Talang Air Pajaresuk Pringsewu ini.
Di tempat ini Anda juga bisa menikmati indahnya hutan kota Pajaresuk. Panorama alam yang aduhai akan membuat pelancong terkesima.
Inisiatif menjadikan Talang Air Raksasa dan hutan kota Pajaresuk menjadi destinasi kunjungan wisata merupakan inisiatif warga setempat. Mereka melihat objek wisata di Kabupaten Pringsewu sangat minim. Padahal, talang air ini memiliki keistimewaan tersendiri dan sangat jarang ada di daerah lain sehingga cukup menarik untuk menjadi objek wisata unggulan bagi daerah berjuluk Seribu Bambu itu.
Secara swadaya dan bergotong royong, warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata Kelurahan Pajaresuk berupaya mengubah suasana alakadarnya menjadi lokasi nyaman dan aman. Mereka merawat panorama keindahan daerah sekitar talang tetap terus terjaga keasriannya, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon pengunjung untuk berwisata di wilayahnya.
Sejak pemerintahan Kabupaten Pringsewu berdiri dan berpisah dengan kabupaten induk Tanggamus, Pemkab setempat menjadikan talang air sebagai tempat wisata.

Mudah Dijangkau
Untuk melancong ke tempat ini tidaklah sulit. Letaknya tidak jauh dari jalan utama Pringsewu—Kotaagung, sekitar 500 meter.
Jika dari arah Bandar Lampung, Anda akan melewati Pasar Pringsewu. Dari Pasar Pringsewu menuju ke arah Kotaagung. Jarak dari Talang Air ke Pasar Pringsewu sekitar 2 kilometer.
Sebelum sampai lokasi, Anda akan melewati Kolam Renang Pringsewu, lalu jalan lagi dan akan Anda jumpai pasar di sebelah kanan dan setelahnya simpang menuju Goa Maria di sebelah kanan jalan.
Jangan belok dulu dari simpang menuju Goa Maria ini, jalan lagi sekitar 200 meter, lalu akan ada belokan tajam ke kiri di Pajaresuk, belok saja.
Dari belokan ini, sekitar 200 meter, di sebelah kanan jalan ada jalan yang belum di aspal, masih berupa kerikil-kerikil dan batu-batu kecil. Silakan masuk lewat jalan tersebut untuk menuju Talang Air Pajaresuk Pringsewu.
Setelah masuk sekitar 500 meter, mengikuti aliran air irigasi di kiri jalan, Anda akan menemukan tempat wisata alam dan sejarah nan indah serta murah ini.
Jalan menuju Talang Air belum diaspal dan cukup sempit. Sesampainya di lokasi, Anda akan disuguhi pemandangan sawah-sawah yang asri di bawah talang air. Selain itu, di bawah talang air mengalir sebuah sungai kecil.

Gratis
Untuk mengunjungi Talang Air Raksasa Pringsewu ini, pengunjung tidak dipungut biaya sama sekali. Tidak ada tiket masuk atau pungutan lainnya. Hanya, bagi pengunjung yang membawa kendaraan akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp2.000 untuk motor dan mobil Rp3.000.
Parkir di Talang Air Raksasa Pringsewu dikelola oleh warga setempat. Tempat parkirnya cuma beberapa meter dari talang air. Fasilitas yang tersedia antara lain toilet dan musala bagi pengunjung.
Selain musala dan toilet, ada juga warung-warung milik warga sekitar yang menjual jajanan dan minuman untuk pengganjal perut dan menghilangkan dahaga para pengunjung. Harga makanan di warung ini masih terbilang murah.
Talang Air Pringsewu ini benar-benar bersahabat. Baik bersahabat di kantong maupun keramahan penjual dan petugas parkirnya.
Saat ini tempat wisata tersebut banyak pengunjungnya. Apalagi saat liburan. Pemkab dan Dinas Pariwisata Pringsewu harus menggelolanya dengan baik, khususnya membangun infrastruktur. "Tanpa dukungan pemerintah, kami yakin tempat wisata ini tak banyak dikenal oleh masyarakat, khususnya wisatawan dari luar daerah," ujar Nur Saadah, salah seorang pelancong dari Bandar Lampung, Sabtu (25/2/2017) lalu.