2013-04-17 12:02:00
TANGGAMUS: Ribuan Guru Belum Terima Dana Sertifikasi

KOTAAGUNG (Lampost.co): Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Tanggamus menyoroti tunjangan dana sertifikasi yang belum dibayar kepada ribuan guru sejak November 2012 hingga Maret 2013.

Ketua Wadah Aspirasi Masyarakat (Waskat) Tanggamus Azuansyah, Selasa (16-4), menduga penundaan pembayaran tunjangan sertifikasi itu mungkin disengaja oleh oknum-oknum pegawai yang terkait hal tersebut.

“Wajar saja kalau para guru curiga. Sebab, alasan Dinas Pendidikan yang mengatakan tidak dapat menyalurkan dana tunjangan profesi guru karena dananya kurang rasanya itu tidak masuk akal. Apakah benar dana sertifikasi yang digelontorkan oleh Kementerian Pendidikan begitu banyak, tetapi untuk Tanggamus kekurangannya mencapai Rp9,8 miliar,” kata Azuansyah.

Hal senada diungkapkan Ketua Forum Kajian Kebijakan Daerah (Fokkad) Tanggamus Zulwani Rusli. Menurut dia, seharusnya Disdik Tanggamus sejak awal telah melakukan transparansi tentang teknis pengelolaan dana tersebut sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari berbagai pihak.

“Beginilah jadinya bila pihak-pihak pemangku kepentingan tidak transparan dalam melakukan sesuatu, seperti penyaluran dana sertifikasi tersebut. Akibatnya, para dewan guru selaku penerima dana sangat dirugikan, sementara pihak Disdik mendapat sorotan negatif dari masyarakat dan ribuan guru penerima dana tunjangan profesi itu,” ujar Zulwani.

Terpaksa Menunda
Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Tanggamus Hilman Yoscar membenarkan kalau dana tunjangan profesi guru (sertifikasi) yang disalurkan Kemendikbud pada 2012 lalu terdapat kekurangan.

Sebab itu, para guru penerima dana sertifikasi di Kabupaten Tanggamus, yang jumlahnya lebih dari 2.200 orang, terpaksa menunda dana ini selama dua bulan.

Sementara dana sertifikasi untuk 2013, terutama untuk triwulan pertama, telah ada di kas daerah. “Uangnya sudah ada di kas daerah dan sudah diberi tahu kepada pihak Disdik, tetapi belum diambil dan diserahkan kepada guru-guru yang berhak menerimanya,” kata dia.

Seperti diketahui, sejumlah guru PNS penerima dana tunjangan sertifikasi di Kabupaten Tanggamus mengeluhkan tentang dana tunjangan profesi yang belum mereka terima sejak November 2012.

Padahal, seharusnya dana sertifikasi yang jumlah nominalnya sebesar satu kali gaji pokok masing-masing penerima tersebut diberikan setiap tiga bulan sekali. (CK-2/D-3)

komentar facebook