Target Pengendara

Iskak Susanto, wartawan Lampung Post

DUA orang berseragam polisi tiba-tiba saja muncul dari balik pohon dekat jalan rigid ruas Punggur—Kotagajah, Lampung Tengah. Benar, cuma dua petugas itu, tak ada yang lain.
Dua pengendara sepeda motor disetop. Sembari melintas, iseng kubunyikan klakson untuk menarik perhatian. Tak ada yang menoleh. Mungkin terlalu sibuk memeriksa kelengkapan berkendara dua pengendara sepeda motor. Atau, mungkin targetnya cuma sepeda motor.
Jika pengendara itu diumpamakan penjahat, kedua aparat itu boleh jadi sudah bertindak tepat. Bersembunyi menjadi pilihan agar penjahat tidak kabur atau balik arah.
Dari kaca spion terlihat perundingan masih alot, pertanda ada persyaratan berkendara yang kurang lengkap sehingga ada yang harus dibereskan. Mungkin dikasih surat tilang.
Ah.. sudahlah. Saya tak akan mencampuri urusan atau cara profesi tertentu memilih target atau menjalankan tugasnya. Okelah, kita lanjut saja.
Satu setengah jam berselang. Hujan lumayan deras. Sejumlah kendaraan terkunci di tengah-tengah persimpangan jalan sekitar Mal Bumi Kedaton. Penyebabnya, ketika lampu sudah menyala merah, sejumlah kendaraan masih nekat menerobos.
Ketika penerobos lampu merah berharap kemurahan, sementara pemilik jalur lampu hijau tak mau mengalah, situasi seperti itulah yang kerap terjadi. Hanya beberapa menit, keruwetan bisa diatasi setelah beberapa polisi berjas hujan turun tangan mengurai kemacetan.
***
Dua sampai empat kali sehari melewati persimpangan tersebut, rasanya cukup bagiku untuk berbagi informasi bahwa betapa tidak seragamnya kesabaran pengemudi di lampu merah. Jangankan hujan, saat cuaca cerah pun saling serobot di persimpangan itu acap terjadi.
Kalau pengemudi-pengemudi yang melanggar itu dikategorikan penjahat yang harus ditindak, alangkah mudah bagi aparat untuk mengejar target. Tetapi, pembiaran seperti ini bisa dimaklumi. Karena, seorang petugas pernah mengatakan, "Kalau dalam kondisi seperti ini harus ditilang, pasti akan menambah kemacetan."
Tetapi, di tengah-tengah keruwetan seperti ini, seorang pengendara sepeda motor masih ada yang terpaksa berhenti di pos polisi pojok persimpangan karena tepergok tidak mengenakan helm. Ah, ternyata toleransi itu juga sesuai kebutuhan. Ya sudahlah, polisi tentu punya alasan dalam memilih targetnya. Bisa jadi karena maraknya pencurian sepeda motor. Tabik! n