Tarik Dukungan dari Febrina-Adam, Hanura Mesuji Merapat ke Khamami-Sapli

Ilustrasi/net

MESUJI -- DPC Hanura Kabupaten Mesuji menarik dukungan terhadap calon nomor urut 1, Febrina Lesisie Tantina-Adam Ishak. Hanura menegaskan dukungan kepada calon bupati dan calon wakil bupati, Khamami-Sapli.

Ketua DPC Hanura Kabupaten Mesuji, Hermando mengungkapkan dengan tegas partainya dan seluruh kader menarik dukungan dari pasangan nomor satu dan mengalihkan dukungan kepada Khamami-Sapli. “Saya tidak tutup-tutupi. Kami semua kader PAC dan DPC Hanura Mesuji sekarang mendukung Khamami, apapun risikonya,” ujarnya saat dihubungi Lampost.co, Minggu (25/12/2016).

Ia mengaku alasan pengalihan dukungan kepada Khamami adalah melihat situasi Kabupaten Mesuji terkini. “Mau jadi apa Mesuji kalau begini terus, kisruh, penuh intrik. Ini politik tidak sehat. Kami mengikuti hati nurani rakyat, sehingga perlu mengambil sikap dengan menarik dukungan dari calon nomor satu,” terangnya.

Menurut dia, langkah ini diambil karena desakan dari semua PAC se-Mesuji. Setiap pertemuan internal, pihaknya selalu didesak oleh kader partai melalui pengurus ranting untuk mendukung Khamami. “Saya dan semua kader PAC se-Mesuji siap dipecat ,” ujarnya.

Hermando menerangkan selama beberapa bulan Hanura tidak pernah sama sekali dilibatkan dalam proses kampanye oleh pasangan calon nomor urut 1.

Khamami mengatakan pihaknya mengapresiasi dengan langkah yang diambil oleh DPC Partai Hanura Mesuji. “Saya berterima kasih. Ini merupakan hal yang baik. Kepada teman-teman Hanura, saya mengucapkan selamat bergabung untuk melanjutkan pembangunan di Mesuji,” ujarnya saat dihubungi Lampost.co.

Dalam kampanye dialogis beberapa hari lalu, Khamami sudah mengungkapkan jika DPC Hanura Mesuji mengalihkan dukungan ke gerbongnya.

Salah satu pengurus DPC PDIP Kabupaten Mesuji, Femi Yusapela mengatakan pihaknya belum tahu jika Hanura menarik dukungan dari pasangan Febrina-Adam. “Kami tidak diberitahu, tidak tahu kalau ada seperti itu,” ujarnya.

Ia menilai penerikan dukungan adalah langkah yang terlambat. “Kalau ini terlambat, kenapa tidak dari dulu,” tutupnya.