Tekan Risiko Diabetes dan Jantung dengan Latihan Kekuatan

Para peneliti sudah mengetahui bahwa latihan kekuatan dapat memperbesar otot. Namun, olahraga tersebut juga dapat melindungi tulang dengan meningkatkan kepadatan tulang. (Foto: Hawagym)

Jakarta -- Sebuah studi menemukan bahwa latihan kekuatan secara signifikan mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Sayangnya, hanya 20 persen wanita yang tertarik untuk melakukan olahraga tersebut.

Para peneliti sudah mengetahui bahwa latihan kekuatan dapat memperbesar otot. Namun, olahraga tersebut juga dapat melindungi tulang dengan meningkatkan kepadatan tulang, suatu hal yang penting bagi wanita yang mengalami penuaan.

Bahkan, studi terbaru menunjukkan bahwa latihan kekuatan dapat menurunkan indeks massa tubuh (IBM) sehingga meningkatkan kerja tubuh dalam penggunaan insulin. Otot yang lebih besar juga membuat persebaran glukosa dalam tubuh lebih baik.

Para peneliti ingin mengetahui apakah manfaat yang belum diketahui tersebut dapat memengaruhi risiko seseorang terhadap diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Menggunakan data dari Studi Kesehatan Wanita yang melibatkan sekitar 36 ribu wanita berusia 47-98 tahun, para peneliti meminta partisipan untuk mengisi kuesioner tahunan dari tahun 2000-2014 tentang tingkat kesehatan dan olahraga, serta satu pertanyaan tentang perkiraan berapa banyak pelatihan angkat besi atau pelatihan kekuatan mereka lakukan per minggu dalam satu tahun terakhir.

Para peneliti juga menyelidiki partisipan yang pernah terkena penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke, dan diabetes tipe 2.

"Wanita yang mengikuti latihan kekuatan cenderung memiliki IBM yang lebih rendah dan menikuti pola makan yang sehat, dan cenderung tidak merokok bila dibandingkan dengan wanita yang menghindari olahraga tersebut," demikian menurut para peneliti.

Latihan kekuatan juga berhubungan dengan dua risiko pada wanita. Pertama, olahraga tersebut menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 30 persen dan risiko penyakit jantung sebanyak 17 persen dibandingkan mereka yang tidak melakukan olahraga apapun. Perbandingan tersebut telah mempertimbangkan beberapa variabel kontrol seperti usia, asupan makanan, dan aktivitas fisik.

Selain itu, menambahkan olahraga aerobik juga dapat membantu mengurangi risiko kedua penyakit tersebut. Mereka yang berolahraga aerobik dan beberapa latihan kekuatan setidaknya 120 menit seminggu memiliki risiko diabetes 65 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukan apapun.