Tinggal Klik, Warga Bandar Lampung Bisa Panggil Polisi

Aplikasi SPIS di Playstore. (Google)

Bandar Lampung -- Dalam rangka meningkatkan keamanan dan mengurangi tingkat kejahatan, masyarakat Kota Bandar Lampung diharapkan memanfaatkan secara maksimal aplikasi serve and protect integration system (SPIS).

Aplikasi yang diluncurkan Polresta Bandar Lampung dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung di halaman Mapolresta, Rabu (11/1) malam, sebagai upaya mencegah tindak kejahatan yang marak di Kota Tapis Berseri.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono meminta masyarakat memanfaatkan aplikasi untuk mencegah tindak kejahatan yang marak. Warga bisa mengunduh aplikasi melalui PlayStore dan menghubungi call center. Jika sudah tersambung, warga bisa memanggil petugas kepolisian, ketika terjadi tindak pidana.

"Hari ini kami luncurkan dan sosialisasikan dengan harapan masyarakat dapat menggunakan SPIS sehingga petugas bisa sigap kalau ada tindak pidana. Masyarakat bisa langsung akses via HP Android," ujarnya pada peluncuran dan sosialisasi SPIS, semalam.

Dalam aplikasi SPIS tersebut terdapat beberapa fitur menu, di antaranya laporan tertulis, laporan cepat, panggilan darurat, SIM online, SKCK online, dan laporan kehilangan. Diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mengakses dan mendapat pelayanan prima.

"Dalam SPIS itu banyak fiturnya dan bisa dimaksimalkan masyarakat sehingga tindak pidana bisa turun di Kota Bandar Lampung," kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Herman HN meminta masyarakat menggunakan aplikasi sebaik-baiknya dan tidak dijadikan sebuah mainan sehingga para petugas bisa bekerja dengan maksimal. "Ini apliaski jangan dipakai main-main, jangan panggil asal-asal padahal enggak ada kejadian, kasian Pak Polisi. Mudah-mudahan kota kita aman dengan aplikasi ini," ujarnya.

Seorang warga yang hadir, Rustam Nawawi, berharap ke depannya aplikasi bisa berjalan intensif dan berkelanjutan. "Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan maksimal dan enggak hangat pertama doang dan membuat begal-begal takut karena ada aplikasi ini," kata warga Gotongroyong itu.