Transaksi Digital Mudahkan Penyaluran Pupuk Subsidi

Ilustrasi transaksi digital. cdns.klimg.com

BANDAR LAMPUNG -- Direktur Bisnis Bank Lampung M Syahroni mengatakan konsep billing system itu diajukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berdampak baik pada penyaluran pupuk tepat waktu dan tepat sasaran.
Konsep digital tersebut berdasar pada inisiatif Gubernur dalam sebagai upaya implementasi amanat dari pemerintah pusat bisa tercapai. Kelompok tani di daerah bisa mengakses melalui smartphone ataupun komputer yang terkoneksi jaringan internet. Dengan mengakses portal www.pupuklampung.com dan www.pupuklampung.co.id mereka dapat mengetahui jumlah pupuk yang tersedia.
“Kami hanya men-setting bagaimana menebus pupuk dengan cara transaksi pembayaran melalui banking digitalisasi karena kini eranya digital,” paparnya.
Dia melanjutkan sejak di-launching pada 6 April 2016 lalu, Lampung Selatan, Kecamatan Candipuro menjadi pilot project, dan kini sudah lima kecamatan atau 2000 kelompok tani. Nantinya dibentuk peraturan gubernur sebagai payung hukum.
“Intinya sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Pertanian, (Kementan) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perekonomian (Kemenko) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang tergabung dalam kelompok kerja (pokja) nasional bahwa penyaluran pupuk bersubsidi harus sesuai dengan enam tepat, yaitu tepat jumlah, tepat jenis, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat mutu sasaran,” kata dia.
Berdasar pada penilaian kementerian terkait, sistem biling pupuk yang sedang diimplementasikan oleh Provinsi Lampung diakui sangat efektif karena petani dapat menerima pupuk sesuai dengan ketentuan.
“Sistem keamanan sangat baik, karena untuk mengakses website itu, kelompok tani harus menggunakan username dan security password yang telah terdaftar sehingga kemananan dapat terjaga,”paparnya.
Saat ini jumlah kelompok tani yang terdaftar sebanyak i provinsi Lampung ada 28 ribu, namun secara bertahap akan terus bertambah karena program ini sangat efisien dan semakin dirasakan kemudahannya oleh para petani.
“Petani tidak lagi pusing karena melalui sistem ini , jatah pupuk akan tersalurkan sesuai dengan hak mereka, dan mereka membeli dengan harga pasti atau harganya tidak mungkin di bawah atau diatas harga eceran tertinggi,” ujar dia.