Trump Angkat Menantu Yahudi Sebagai Penasihat Gedung Putih

Menantu Donald Trump, jared Kushner (Foto: AFP)

New York -- Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump memilih menantunya, Jared Kushner, untuk menjadi penasihat senior Gedung Putih.

"Kushner menjadi aset yang luar biasa dan menjadi penasihat terbaik ketika saya berkampanye. Saya bangga memiliki dia dalam pemerintahan saya," ujar Trump, seperti dikutip AFP, Selasa (10/1/2017).

Kushner yang juga suami putrinya, Ivanka Trump, dikabarkan akan menjadi anggota termuda di jajaran staf pemerintahan pimpinan Trump, yakni 36 tahun.

"Kushner seorang Yahudi Ortodoks yang sangat berbakat dan bisa membantu melakukan perdamaian di Timur Tengah," lanjut Trump lagi.

Penunjukkan Trump kepada menantunya ini diumumkan dua hari sebelum Trump memberikan konferensi pers perdananya sejak terpilih November lalu. Dalam konferensi pers ini, ia akan memberikan rincian tentang rencananya ketika sudah berkantor di Gedung Putih.

Menantu Trump ini ternyata juga seorang pengusaha real estate. Ia dan saudaranya diketahui mendirikan sebuah perusahaan investasi. Kushner adalah sosok investor aktif di perusahaan teknologi dan beberapa perusahaan start-up.

Dikabarkan, Kushner akan segera melepaskan jabatannya sebagai CEO dan akan bekerja sama dengan ayah mertuanya di Gedung Putih.

Tak hanya itu, Kushner pun akan menetap di sebuah rumah di lingkungan kelas atas dan dekat dengan rumah Barack Obama di mana selepas memberikan jabatannya untuk Trump, Obama masih akan tinggal di Washington sampai putri bungsunya menyelesaikan sekolahnya.

Sangat setia dan bijaksana untuk sebuah kesalahan. Itulah pendapat sejumlah analis tentang dipilihnya sang menantu untuk membantu sang mertua memimpin AS. Pasalnya, Kushner tak mempunyai pengalaman di dunia politik sedikitpun.

Padahal, semua masalah, terutama kebijakan luar negeri yang menjadi perhatian Presiden AS harus disampaikan melalui penasihat senior Gedung Putih.