Tugu Ryacudu Way Kanan Jadi Taman Baca

Anak-anak memadati Tugu Ryacudu, Way Kanan, untuk membaca buku gratis. LAMPUNG POST/CANDRA PW

WAY KANAN -- Tugu Ryacudu di Way Kanan menjadi tempat membaca terbuka bagi anak-anak dan seluruh masyarakat. Ruang terbuka itu selalu dipadati ratusan orang tua dan anak.

Pegiat literasi di Way kanan dan penggagas perpustakaan bagi masyarakat, Eko Prasetyo, mengatakan untuk membiasakan orang lain gemar membaca buku memang sulit. Hal ini ditambah tidak adanya toko buku di Way Kanan dan penggunaan ponsel pintar yang kian marak membuat pentingnya membaca buku diabaikan.

Menurut Eko, minat baca masyarakat setempat masih cukup tinggi. Hal ini dilihat berdasarkan jumlah pengunjung yang datang dan jumlah buku yang dipinjam.

“Total buku yang sengaja saya bawa untuk perpustakaan masyarakat ini ada 592 buku. Kalau untuk yang dipinjam sudah ada 208 buku. Kami akan coba buka setiap Sabtu dan Minggu dengan berbagai ide untuk menarik para anak-anak untuk membaca," kata dia, ditemui di rumahnya di Blambangan Umpu, Way Kanan, Minggu (12/12/2016).

Eko melanjutkan lapak perpustakaan terbuka bagi masyarakat itu sengaja dilakukan di Tugu Ryacudu karena tempatnya strategis dan mudah dijangkau dari berbagai daerah. Hal itu juga sebagai alternatif atas tidak adanya ruang publik yang bisa dijadikan masyarakat untuk sarana rekreasi sambil belajar.

“Tugu Ryacudu ini saya jadikan perpustakaan terbuka bagi masyarakat, bertujuan sebagai rekreasi bagi masyarakat Way Kanan sembari membaca. Untuk daya tarik anak-anak, saya sengaja meminjam badut guna bisa menghibur agar perpustakaan ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar sekaligus rekreasi," katanya.

Dia menambahkan perpustakaan memiliki lima fungsi, yaitu sebagai wahana pendidikan, pelestarian, penelitian, informasi, dan rekreasi. Eko berharap dengan adanya tempat membaca ini generasi penerus bangsa di Way Kanan makin berminat untuk membaca.