Tunjangan Sertifikasi Guru di Tubaba Belum Cair, Pemkab Berdalih Transfer Pusat Terlambat

Ilustrasi. Sejumlah guru di Bandar Lampung. LAMPUNG POST/DOK

PANARAGAN -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) belum mencairkan tunjangan sertifikasi guru hingga Rabu (28/12/2016). Jumlah guru yang berhak mendapat tunjangan ini mencapai 1.270 orang.

Salah seorang guru mengeluh belum menerima tunjangan sertifikasi triwulan IV tahun 2016.
"Kami dapat kabar Pemkab tidak memiliki dana di kas daerah lagi, makanya tunjungan sertifikasi tidak bisa dibayar tahun ini," ujarnya kepada Lampost.co.

Padahal sebelumnya guru dijanjikan akan menerima dana sertifikasi sebelum akhir tahun 2016. "Awalnya ada berita akan dibayar sebelum akhir tahun. Tapi kenyataannya sampai hari ini rekening kami masih kosong," kata dia.

Penjabat Bupati Tulangbawang Barat Adeham mengaku tidak mengerti terkait pembayaran tunjangan sertifikasi tersebut."Waduh saya gak paham, coba tanya langsung sama keuangan," ujarnya usai menghadiri sidang paripurna DPRD, Rabu (28/12/2016).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tubaba Lekok membenarkan pemkab tidak bisa melakukan pembayaran tunjangan sertifikasi triwulan IV. Tertundanya pembayaran sertifikasi ini karena keterlambatan transfer dana dari Pemerintah Pusat.

Untuk merealisasikan pembayaran tersebut, kata dia, Pemkab bisa melakukan pencairkan pada awal Januari 2017. "Walaupun ada dananya sekarang gak bisa dilakukan pembayaran lagi karena waktunya sudah mepet. Yang pasti pembayaran bisa dilakukan Januari 2017 setelah pusat mentransfer uangnya," kata dia.