Usai Panen, Petani Diminta Segera Tanam Padi

Ketua TP4K, Joko Umar Said dan Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung, Lana Rekyati. (Dok. Kominfo Prov)

Metro -- KETUA Tim Percepatan Pembangunan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (TP4K), R. Joko Umar Said bersama Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung, Lana Rekyati ,meminta selesai panen petani segera menanam kembali padi.

Hal itu diungkapkan R. Joko Umar Said, saat monitoring sekaligus evaluasi dan pembinaan para petani di Lampung Tengah, Lampung Timur dan Metro, Selasa (10/1).

Menurut Lana Rekyati, sektor pertanian di Lampung memiliki peran penting dalam pencapaian swasembada pangan nasional sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan pertanian nasional . Selain penyediaan bibit unggul, pendistribusian pupuk dengan sistem online, rehabilitasi infrastruktur pengairan, percetakan sawah, juga sistem gadu model.

Pada akhir 2016 lalu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan melakukan panen raya Gadu Model dan gerakan tanam padi. Selain itu, mentan juga menyerahkan bantuan Alsinta sera sarana perlengkapan petugas P3A Margorejo, Metro Selatan.

Andi Amran mengaku puas atas hasil penen Gadu Model di Lampung dan diakuinya keberhasilan pertanian di Lampung berkat kerjasama yang baik dengan semua pihak.

Menurut Joko Umar Said yang langsung turun ke sawah bersama petani, program Gadu Model padi MK II 2016 selauas 31.500 ha di wilayah Sekampung sistem, dapat berhasil melewai serangan hama wereng batang coklat dan tikus dapat dipanen secara keseluruhan.

Mantan Wagub Lampung itu mengingatkan kelompok tani dan gabungan kelompok tani agar tidak menggunakan obat obatan pestisida starban atau sejenisnya karena justru mengundang hama wereng. Selanjutanya setelah panen disarankan segera melakukan percepatan tanam padi berikutnya karena air irigasi dalam kondisi cukup. Untuk menghindari serarangan hama wereng petani disarankan melakukan pergiliran varietas.

“Saya harapkan kepada poktan yang telah menerima bantuan combain harvester agar digunakan untuk panen padi karena disamping cepat juga kualitas hasil yang diperoleh lebih bagus dan mempunyai nilai jual ang lebih tinggi,” katanya.

Kadis Kominfo Lampung Sumarju Saeni mengingatkan, kembali bahwa pada saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Desa Pujokerto, Trimurjo, Lampung Tengah tahun lalu, berharap Lampung dapat berkontribusi besar dalam mencukupi angka konsumsi pangan masyarakat Indonesia. Produksi beras harus bisa ditingkatkan hingga satu juta ton dari tahun sebelumnya. Sehingga Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Harapan presiden tersebut berkat kegigihan semua pihak akan berhasil dengan baik mengingat berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung, produksi padi pada 2016 sebanyak 4,04 juta ton Gabah Kering Giling. Sedangkan percetakan sawah pada 2016 seluas 11.850 ha dan tahun ini dierancanakan 6.775 ha.