Video Game dan Depresi

STUDI terbaru oleh University of Washington dan University of California-San Francisco AS menunjukkan hasil yang menjanjikan terkait pengobatan depresi dengan terapi video game antarmuka. Terapi, ini fokus pada masalah kognitif ketimbang hanya mengelola gejalanya.
Tim peneliti merekrut orang dewasa yang didiagnosis dengan depresi. Mereka dilibatkan antara menerima terapi teknologi berbasis mobile atau tablet yang dikembangkan Akili Interactive Labs (EVO) atau teknik terapi personal yang dikenal sebagai problem-solving therapy (PST).
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medical Internet Research (JIMR) ini meminta responden bermain video game lima kali sepekan selama 20 menit atau lebih, yang lainnya menjalani terapi perilaku. Mereka juga diharuskan menghadiri pertemuan pekanan dengan seorang dokter. Hasilnya menunjukkan terapi bermain video game memiliki manfaat kognitif tertentu, seperti atensi, dibandingkan terapi perilaku.