Warung dan Cafe Remang di PKOR Way Halim Digusur Aparat

Alat berat menggusur warung dan cafe remang di kawasan olahraga PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Kamis (12/1/2017). (Lampost.co/umarudiansyah).

BANDAR LAMPUNG -- Satuan Polisi Pamong Praja merampungkan penertiban warung dan cafe remang di area PKOR Way Halim, Kamis (12/1/2017).

Dalam aksi pembongkaran warung ini, 2 unit alat berat dikerahkan bersama 300 personil Satpol PP yang dibantu oleh kepolisian dan TNI.

Dari penertiban hari pertama Satpol PP berhasil menertibkan 35 sambungan listrik ilegal dan menggusur 16 cafe remang, deretan warung semi permanen di sepanjang tepi jalan Soekarno-Hatta dan lebih dari 50 warung pedagang kecil/kaki lima lainnya yang ada di dalam area PKOR.

Selama proses penggusuran sempat terjadi sedikit kericuhan yang timbul dari beberapa warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Pedagang Warung Kecil Lingkungan PKOR Way Halim yang menuntut agar penggusuran dihentikan. Dan meminta untuk dilakukan kembali mediasi antara pedagang dengan Pemprov Lampung.

Kasatpol PP Provinsi Lampung, Jayadi mengatakan pihaknya di hari terakhir penertiban diarahkan untuk menggusur cafe-cafe remang dan warung didalam area wilayah PKOR.

"Kita rampungkan penggusuran hari ini, mengingat masyarakat sekitar sudah resah dan tidak nyaman lagi dengan adanya cafe dan warung liar yang sudah semrawut," kata Jayadi, kemarin.

Setelah penggusuran, lanjut Jayadi, pihaknya juga akan melakukan bersih-bersih sisa penggusuran warung. "Kedepan untuk para pedagang, kemungkinan akan disediakan tempat berdagang yang rapi. Harus bersabar dulu lah, sambil menunggu area mana nanti yang disiapkan untuk berdagang. PKOR ini kan, bukan hanya sebagai tempat dan sarana olahraga untuk masyarakat Lampung saja. Banyak masyarakat luar Lampung yang datang, apalagi pada event-event olahraga penting. Kalau tempatnya kumuh seperti ini, kita orang Lampung juga akan malu," katanya. *