Waswas Saat Banjir Tiba

Jumilah (38) dan Sundari (35), warga Dusun Umbulbesar, Desa Bandaragung, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, menerobos banjir di dusun setempat, Jumat (24/2/2017). Para warga khawatir banjir susulan yang akan merendam rumah mereka. LAMPUNG POST/ARMANS

DUA wanita berjalan dengan hati-hati menerobos genangan air yang masuk permukiman warga Dusun Umbulbesar, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Jumat (24/2/2017). Dengan waswas, mereka menuju daerah yang tidak tergenang.
Raut keduanya mengisyaratkan kesedihan ketika rumah satu-satunya turut terendam. Mereka adalah Jumilah (38) dan Sundari (35). Mereka merupakan salah satu korban dari ratusan warga yang terkena banjir akibat luapan Way Sekampung.
Jumilah dan Sundari sudah menerka Way Sekampung akan meluap lantaran beberapa hari terakhir intensitas hujan menggila. Menurut Jumilah, air mulai menerjang sejak Rabu (22/2/2017) dini hari. Hingga kini air masih merendami ratusan rumah warga.
"Tiga hari ini permukiman kami terendam. Ketinggian air mencapai 1 meter. Banjir ini lantaran jalur air mengalir di Way Sekampung itu berliku-liku membuat limpahan air dan menyebabkan kami kebanjiran," kata dia, kemarin.
Ratusan Kepala keluarga (KK) di desa tersebut khawatir datangnya banjir susulan. Bahkan, mereka waswas rumahnya akan hanyut terbawa arus. "Tentu, kami punya rasa khawatir. Ini saja air belum surut-surut airnya."
Dia mengatakan banjir menerjang ratusan rumah warga itu merupakan banjir terbesar sejak enam tahun terakhir. Genangan air yang melanda empat dusun itu setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.
"Sekitar enam tahun lalu, pernah juga banjir seperti ini, tetapi lebih parah. Waktu itu genangan mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter,” kata Jumilah, seraya menatap pekarangan rumahnya dan air yang masih menggenang.
Berdasar pada data Pemerintah Desa Bandaragung, total rumah warga terendam sebanyak 129 rumah, terdiri dari empat dusun, yakni Dusun Umbulbesar 88 rumah, Bunut Utara (10), Bunut Selatan (10), dan Sumberjaya (21).