IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 06/04/2026 13:16
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Daftar Lengkap Negara Kena Tarif Baru Trump, China Dihantam Paling Berat

Keputusan ini membuat produk impor asal Tiongkok dikenai tarif baru sebesar 145%, naik drastis dari tarif sebelumnya yang berada di angka 34%.

Delima NapitupuluMedia IndonesiabyDelima NapitupuluandMedia Indonesia
11/04/25 - 15:27
in Ekonomi dan Bisnis, Internasional
A A
Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump (AFP)

ADVERTISEMENT

Washington (Lampost.co)–Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah mengambil kebijakan tegas di sektor perdagangan global. Dalam pernyataan resminya pada Kamis, 10 April 2025, Trump mengumumkan penangguhan tarif selama 90 hari untuk mayoritas negara mitra dagang Amerika, kecuali China yang justru terkena kenaikan tarif besar-besaran.

Keputusan ini membuat produk impor asal Tiongkok dikenai tarif baru sebesar 145%, naik drastis dari tarif sebelumnya yang berada di angka 34%. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk balasan atas kebijakan dagang China yang dianggap merugikan kepentingan Amerika Serikat. “Saat AS diserang, Presiden Trump akan membalas dengan lebih keras,” ujarnya.

Sementara itu, negara-negara lain yang belum menerapkan tindakan balasan terhadap kebijakan tarif AS akan mendapatkan jeda sementara. Mereka hanya akan dikenai tarif 10 persen hingga Juli 2025, sebagai bentuk penghargaan atas sikap kooperatif mereka.

Tarif Negara-negara Dunia

Berikut ini adalah daftar lengkap negara-negara yang terdampak kebijakan tarif baru, berdasarkan pengumuman terbaru dari Gedung Putih:

Negara dengan Kenaikan Tarif Signifikan:

  • Tiongkok: dari 34% → 145%

Beberapa negara sebelumnya terancam tarif tinggi namun kini hanya kena tarif 10%. Contohnya:

  • Vietnam: dari 46% → 10%

  • India: dari 26% → 10%

  • Indonesia: dari 32% → 10%

  • Malaysia: dari 24% → 10%

  • Jepang: dari 24% → 10%

  • Taiwan: dari 32% → 10%

  • Thailand: dari 36% → 10%

  • Kamboja: dari 49% → 10%

  • Bangladesh: dari 37% → 10%

  • Filipina: dari 17% → 10%

  • Pakistan: dari 29% → 10%

  • Sri Lanka: dari 44% → 10%

  • Myanmar: dari 44% → 10%

  • Madagaskar: dari 47% → 10%

  • Nigeria: dari 14% → 10%

  • Venezuela: dari 15% → 10%

  • Irak: dari 39% → 10%

  • Zimbabwe: dari 18% → 10%

  • Guyana: dari 38% → 10%

  • Serbia: dari 37% → 10%

  • Botswana: dari 37% → 10%

  • Mauritius: dari 40% → 10%

  • Fiji: dari 32% → 10%

  • Libya: dari 31% → 10%

  • Suriah: dari 41% → 10%

  • Moldova: dari 31% → 10%

  • Malawi: dari 17% → 10%

  • Mozambik: dari 16% → 10%

  • Kazakhstan: dari 27% → 10%

  • Chad: dari 13% → 10%

  • Equatorial Guinea: dari 13% → 10%

Sebagian besar negara dunia lainnya tetap kena tarif 10%, termasuk negara-negara di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.

Dengan tarif baru ini, China menjadi satu-satunya negara yang menerima pukulan paling berat, baik secara ekonomi maupun dalam konteks hubungan bilateral dengan Amerika. Kenaikan hingga 145% tentu akan memengaruhi harga produk konsumen di pasar AS yang berasal dari China, seperti elektronik, mainan anak, dan barang rumah tangga.

Sementara itu, penangguhan tarif bagi negara-negara lain merupakan langkah strategis Trump untuk membangun dukungan di tengah kampanye menuju pemilu berikutnya. Sekaligus menunjukkan bahwa AS hanya akan tegas terhadap negara yang melawan kebijakan perdagangannya.

Tags: amerika serikatDonald Trumpnegara kena tarif Trumpperang dagang 2025tarif impor AS terbarutarif impor China 145 persen
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, secara virtual dari Ruang Command Center Lantai II, Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (6/4/2026).

Provinsi Lampung Raih Predikat Inflasi Terendah se-Indonesia

byDelima Napitupulu
06/04/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Provinsi Lampung menunjukkan ketahanan ekonomi yang luar biasa di tengah fluktuasi harga periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Berdasarkan...

Harga emas hari ini keluaran Logam Mulia Antam. Dok/PT Antam

Jeblok di Awal Pekan, Ini Rincian Lengkap Harga Emas Hari Ini 6 April 2026

byAdi Sunaryo
06/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)- Harga emas hari ini, Senin, 6 April 2026, dengan kadar 24 Karat dalam bentuk batangan keluaran Logam...

Suasana di salah satu SPBU. (dok.)

BBM Tak Jadi Naik, Tapi Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi

byEffran
05/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah mulai memberlakukan pembatasan pembelian BBM subsidi sejak 1 April 2026. Kebijakan itu menyasar Pertalite dan Solar...

Berita Terbaru

spklu lampung
Advertorial

Tembus 3.090 Transaksi, Penggunaan SPKLU di Lampung Melesat pada Idul Fitri 2026

byDenny ZY
06/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi titik lonjakan signifikan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)...

Read moreDetails
First Man drama korea terbaru 2026

5 Rekomendasi Drakor Terbaru Episode Terbanyak 2026, Cocok untuk Maraton!

06/04/2026
Poster film Danur 4

Danur: The Last Chapter Tembus 3 Juta Penonton, Rekor Baru Horor Indonesia!

06/04/2026
Iqbaal Ramadhan dan Bernadya

Iqbaal Ramadhan dan Bernadya Pacaran? Foto Blur di Instagram Picu Heboh Netizen

06/04/2026
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, secara virtual dari Ruang Command Center Lantai II, Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (6/4/2026).

Provinsi Lampung Raih Predikat Inflasi Terendah se-Indonesia

06/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.