• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 21:15
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Masyarakat Keluhkan Tagihan Gas PGN Membengkak Padahal Pemakaian Sedikit

Sejumlah masyarakat Perumahan Perumnas Way Halim mengeluhkan bayaran rutin bulanan gas. Apalagi yang berlangganan gas bumi dari PT. Perusahaan Gas Negara (PGN). 

Triyadi IsworoAtikabyTriyadi IsworoandAtika
15/04/25 - 20:40
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung
A A
Foto saluran Gas PGN yang terpasang pada perumahan warga. Dok Google

Foto saluran Gas PGN yang terpasang pada perumahan warga. (Dok Google)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Sejumlah masyarakat Perumahan Perumnas Way Halim mengeluhkan bayaran rutin bulanan gas. Apalagi yang berlangganan gas bumi dari PT. Perusahaan Gas Negara (PGN). 

 

Salah seorang warga, Hari (35) mengatakan bahwa ia sudah berlangganan sejak 2022. Pada saat itu Ketua RT yang mengenalkan akan ada pemasangan gas PGN tersebut. 

 

“Awal pasang gas PGN tahun 2022. Kalau saya pribadi pasangnya gratis karena dapat subsidi. Namun dengan sejumlah syarat penyerahan KTP dan KK,” kata Hari, Selasa, 15 April 2025. 

 

Kemudian ia mengatakan, awalnya ia merasa tak ada keberatan dalam tagihan pembayaran setiap bulan tersebut. Namun lama kelamaan ia merasa bahwa pembayaran tak sesuai dengan penggunaan. 

 

“Awalnya bayar bulanan Rp50 ribu. Saya fikir tidak jauh beda dengan saya gunakan gas melon 3 kilogram karena pakai 2 kali dalam sebulan. Tapi semakin lama bayaran semakin besar,” katanya. 

 

Selanjutnya ia mengaku, dalam setahun berjalan bayaran gas PGN membengkak mencapai Rp150 ribu per bulannya. “Nah itu saya mulai resah. Masa pemakaian sama saja setiap bulannya tapi pembayarannya bengkak,” jelasnya. 

 

Pilih Putus

Sehingga pada tahun selanjutnya ia tak lagi menyambungkan gas PGN kepada kompos miliknya. Kemudian ia beralih ke gas melon 3 kilogram. “Saya gak gunakan lagi, terus saya cabut aja dan tidak bayar sampai satu tahun lamanya,” katanya.

 

Kemudian saat ini, pihak dari PGN telah memutus secara permanen aliran gas miliknya. “Tidak apa-apa terputus, abisnya mahal, gak rugi juga saya gak tersambung PGN lagi. Masih ada gas elpiji,” tegasnya. 

 

Terpisah, warga lain mengaku keluarkan biaya mencapai Rp1,5 juta untuk memasang aliran gas PGN tersebut. Sayangnya saat ini ia memilih pemutusan langganan karena bayaran yang membengkak setiap bulannya. 

 

“Saya pilih putus saja karena kadang aneh. Saya pernah tinggalin rumah sebulan lamanya dan otomatis tidak terpakai gasnya. Tapi tetap ada tagihan, padahal tidak digunakan,” kata Lastri (44). 

 

Menurutnya, ia masih memilih gunakan gas LPG meskipun harus mencari ke sejumlah pangkalan. “Tidak apa deh capek sedikit cari gas melon (3 kilogram). Kalau PGN bikin bangkrut uang dapur,” jelasnya. 

 

Lalu ia juga mengaku, bahwa banyak warga daerah tempatnya tinggal memilih untuk mencabut aliran gas PGN. “Banyak yang gak menggunakan lagi. arena mahal dan bikin pengeluaran membengkak,” katanya. 

Tags: Bahlil Lahadalia.BANDARLAMPUNGbayaran rutin bulanan gasgasgas 3 kggas bumigas melongas subsidikeluhan wargaKetua RTLAMPUNGpemasangan gas PGNPERTAMINAperumahanPerumnas Way HalimPGNPT Perusahaan Gas NegaraSUBSIDIWARGA
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Menkeu Purbaya

Menkeu Purbaya Ancam Pangkas Anggaran Kementerian Perhubungan

byNur
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co)---- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan ultimatum keras kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait carut-marut pemungutan pajak kapal asing...

Itera Jajaki Kerja Sama dengan Dinkes Lampung soal Penanganan Malaria   

Itera Jajaki Kerja Sama dengan Dinkes Lampung soal Penanganan Malaria  

byWandi Barboyand1 others
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Program Studi Teknik Biomedis Institut Teknologi Sumatera (Itera) mulai menjalin komunikasi untuk membangun kerja sama strategis dengan...

Dorong Integrasi Kebijakan Daerah Atasi Malaria

Dorong Integrasi Kebijakan Daerah Atasi Malaria

byWandi Barboyand1 others
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Perencana Ahli Madya Bappeda Provinsi Lampung, Decky Ferdiansyah, menegaskan pentingnya integrasi kebijakan pembangunan daerah dengan agenda nasional...

Berita Terbaru

Menkeu Purbaya
Ekonomi dan Bisnis

Menkeu Purbaya Ancam Pangkas Anggaran Kementerian Perhubungan

byNur
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co)---- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan ultimatum keras kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait carut-marut pemungutan pajak kapal asing...

Read moreDetails
Kembangkan Sistem Diagnosis Berbasis AI

Kembangkan Sistem Diagnosis Berbasis AI

26/01/2026
Itera Jajaki Kerja Sama dengan Dinkes Lampung soal Penanganan Malaria   

Itera Jajaki Kerja Sama dengan Dinkes Lampung soal Penanganan Malaria  

26/01/2026
Dorong Integrasi Kebijakan Daerah Atasi Malaria

Dorong Integrasi Kebijakan Daerah Atasi Malaria

26/01/2026
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengumumkan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Anggota Ombudsman RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Komisi II DPR Sepakati Sembilan Nama Anggota Ombudsman RI 2026-2031

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.