• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 27/03/2026 23:51
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nasional

Pakar Ingatkan Dampak Buruk Penggunakan AI pada Anak

Salah satu sorotan utama adalah ketidaksiapan sumber daya manusia, baik dari kalangan pelajar, pendidik.

NurbyNur
30/05/25 - 19:26
in Nasional, Teknologi
A A
Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).Dok

Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).Dok

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co)— Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) membawa tantangan baru yang tak terhindarkan bagi dunia pendidikan dan perkembangan anak di Indonesia.

Meskipun AI memiliki potensi untuk memperkuat sistem pembelajaran, tanpa kesiapan yang memadai. Teknologi ini justru berisiko menciptakan kesenjangan kognitif dan etis yang berbahaya bagi generasi mendatang.

Hal itu yang mesti dipahami oleh masyarakat, terutama para orang tua. Menurut laporan Readiness Assessment Methodology UNESCO (2024). Indonesia di nilai belum sepenuhnya siap dalam mengadopsi AI secara menyeluruh.

Baca juga: Inovasi Teknologi di Nintendo Switch 2: Masa Depan Gaming Portabel yang Lebih Canggih

Salah satu sorotan utama adalah ketidaksiapan sumber daya manusia, baik dari kalangan pelajar, pendidik.

Masyarakat umum, industri, maupun pemerintahan. Mereka masih belum mampu memahami, menggunakan, dan mengawasi AI secara etis dan bertanggung jawab.

Skil Sejak Usia Dini

Dalam konteks ini, Diena Haryana, Founder Sejiwa Foundation, menekankan pentingnya penguatan karakter dan life skill sejak usia dini sebagai pondasi utama dalam menghadapi disrupsi teknologi.

Ia menyampaikannya, anak-anak bisa sangat mudah larut dalam dunia teknologi. Apalagi dengan kehadiran AI yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menarik perhatian mereka. Entah lewat game, chatbot, atau konten kreatif lainnya.

“Kalau tidak hati-hati, ini bisa mengikis kemampuan dasar mereka untuk bersosialisasi, mengurus diri sendiri, bahkan sekadar tidur dengan cukup. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak tumbuh tanpa life skills, tanpa keterampilan sosial, dan kehilangan sisi manusianya,” ujar Diena.

Menurut Diena, sebelum mengenalkan AI, anak-anak perlu terlebih dahulu dibekali kemampuan mendasar seperti; life skills, social skills, physical skills, dan spiritual skills yang kuat.

Tanpa itu, teknologi justru bisa mengikis sisi kemanusiaan mereka dan menjadikan mereka “less human.”

Lebih lanjut, Diena menekankan teknologi harus dikuasai oleh manusia, bukan sebaliknya.

Oleh karena itu, sejak dini, anak-anak harus teratih untuk mencintai kehidupan, terhubung dengan lingkungan sekitar, dan membekali dengan kebutuhan untuk berinteraksi secara nyata. Sebelum teknologi teknologi memberikan sebagai alat bantu.

Dunia Pendidikan dan Perkembangan Anak

Penggunaan AI di sektor pendidikan ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan personalisasi pembelajaran, efisiensi, dan akses informasi yang nyaris tak terbatas.

Namun di sisi lain, ketergantungan pada AI tanpa pendampingan yang memadai pada anak. Justru berisiko mengurangi ruang eksplorasi, interaksi sosial, hingga empati yang sangat penting dalam tahap perkembangan anak.

Ia menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting sebagai pelindung, pengarah. Sekaligus pendamping dalam mengenalkan teknologi bagi anak.

“Sebelum dikenalkan dengan teknologi, anak-anak perlu terlebih dahulu dibekali dengan keterampilan dasar seperti berpikir kritis, empati, kedisiplinan, dan kebijaksanaan. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi fondasi karakter dan membentuk mereka sebagai manusia seutuhnya,” tuturnya.

Dalam konteks pendidikan formal dan informal, Ia menyoroti pentingnya pendekatan bertahap (gradual approach) yang tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi. Tetapi juga pada konsep unggul dan tangguh dalam perkembangan anak.

“Kita harus terlebih dahulu membangun ketertarikan anak pada dunia nyata. Baru kemudian memperkenalkan keterampilan digital yang relevan,” ucapnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan karakter yang menyeluruh melalui penguatan keterampilan dasar: keterampilan hidup, keterampilan fisik, sosial, dan spiritual.

Teknologi yang Berpihak pada Anak

Menanggapi kecepatan yang teknologi timbulkan. Ia mengatakan pentingnya kehati-hatian dalam merumuskan kebijakan, terutama yang berkaitan dengan perkembangan anak.

Ia mengingatkan adopsi teknologi, khususnya AI, tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Pengaplikasiannya harus berlandaskan pendekatan yang bijak dan berpihak pada kepentingan anak.

“Izinkan anak-anak kita membangun keunggulan dan ketangguhan terlebih dahulu dalam hidup secara menyeluruh. Baru kemudian memperkuat dengan teknologi digital,” katanya.

Menurutnya, pembangunan karakter anak harus menjadi fondasi utama. AI harus memposisikan sebagai alat bantu dalam proses pendidikan dan kehidupan. Bukan sebagai pengganti interaksi nyata dan pengalaman hidup yang esensial.

Ia juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi multipihak untuk menciptakan ekosistem AI yang aman dan sehat bagi generasi muda.

Pemerintah, industri, institusi pendidikan, serta keluarga memegang peran strategis dalam memastikan bahwa teknologi berfungsi sebagai pendukung, bukan penghambat tumbuh kembang anak.

 

Tags: aidunia pendidikan
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Jumat (27/3/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

WFH Jadi Strategi Baru Pemerintah Tekan Dampak Krisis Energi Global

byAdi Sunaryo
27/03/2026

Jakarta (Lampost.co)— Kebijakan work from home (WFH) yang tengah pemerintah siapkan, tidak sekadar menjadi pola kerja baru. Tetapi juga strategi...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Menkeu: WFH Tak Ganggu Produktivitas, Justru Hemat BBM

byAdi Sunaryo
27/03/2026

Jakarta (Lampost.co)— Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi nasional. Bahkan, skema kerja fleksibel ini...

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Pemerintah Finalisasi Kebijakan WFH, Berlaku Usai Lebaran untuk Hemat Energi

byAdi Sunaryo
27/03/2026

Jakarta (Lampost.co)— Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) akan segera ditetapkan pada Maret 2026. Hal ini sebagai langkah strategis...

Berita Terbaru

Gelandang Timnas Italia Sandro Tonali (kiri)
Bola

Sandro Tonali Gemilang, Italia Bungkam Irlandia Utara 2-0 dan Melaju ke Final Play-off

byIsnovan Djamaludin
27/03/2026

Bergamo (Lampost.co)—Tim Nasional Italia menjaga asa untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Irlandia Utara dengan skor...

Read moreDetails
Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe (kanan)

Les Bleus Bungkam Selecao 2-1 meski Main 10 Orang

27/03/2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Jumat (27/3/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

WFH Jadi Strategi Baru Pemerintah Tekan Dampak Krisis Energi Global

27/03/2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Menkeu: WFH Tak Ganggu Produktivitas, Justru Hemat BBM

27/03/2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Pemerintah Finalisasi Kebijakan WFH, Berlaku Usai Lebaran untuk Hemat Energi

27/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.