• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 11/02/2026 17:54
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Unila Bekukan Mahepel, Selidiki 3 Temuan Kelalaian Penyebab Tewasnya Pratama Wijaya

Tim tersebut beranggotakan unsur Bimbingan Konseling, Tim Layanan Kekerasan Perguruan Tinggi, psikolog, ahli hukum, pengembangan karakter, serta perwakilan dari BEM dan DPM Unila.

Delima NapitupulubyDelima Napitupulu
06/06/25 - 10:24
in Humaniora
A A
Ratusan mahasiswa menggelar aksi damai bertajuk 1000 Lilin untuk tepat 40 hari setelah kepergian Pratama Wijaya Kusuma, di Bundaran Unila, Selasa, 3 Juni 2025. (Foto: Lampost.co / Taufik Hidayah)

Ratusan mahasiswa menggelar aksi damai bertajuk 1000 Lilin untuk tepat 40 hari setelah kepergian Pratama Wijaya Kusuma, di Bundaran Unila, Selasa, 3 Juni 2025. (Foto: Lampost.co / Taufik Hidayah)

Bandar Lampung (lampost.co)–Universitas Lampung (Unila) membekukan Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam (Mahepel) setelah salah satu peserta Pendidikan Dasar (Diksar), Pratama Wijaya Kusuma, meninggal dunia diduga akibat kekerasan.

Wakil Rektor I Unila, Prof. Sunyono, menyatakan bahwa pihak universitas telah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi secara independen. Tim tersebut beranggotakan unsur Bimbingan Konseling, Tim Layanan Kekerasan Perguruan Tinggi, psikolog, ahli hukum, pengembangan karakter, serta perwakilan dari BEM dan DPM Unila.

Tim ini akan menyelidiki tiga aspek kelalaian. Pertama, kelalaian individu. Kedua, kelalaian kolektif berupa kegagalan sistemik dari panitia atau organisasi. Ketiga, kelalaian institusi dalam pengawasan dan prosedur kelembagaan.

“Kami fokus menyelesaikan investigasi secara cepat, transparan, dan akuntabel. Pendekatannya berbasis pemulihan dan perlindungan terhadap korban dan keluarganya,” ujar Sunyono, Jumat, 6 Juni 2025.

Tim sudah mengumpulkan dokumen perizinan, laporan medis, serta bukti digital berupa video, foto, dan percakapan. Tim juga tengah menyusun kronologi rinci dan memetakan pihak-pihak yang akan dimintai keterangan. Unila juga menyiapkan sesi wawancara, asesmen psikologis, serta analisis hukum.

“Kami targetkan hasil investigasi lengkap beserta rekomendasi kelembagaan dan sanksi akan keluar dalam dua minggu ke depan,” tegasnya.

Langkah Pencegahan

Unila memastikan langkah pemulihan dan pencegahan tragedi serupa. Kampus menegaskan sikap nol toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun. Semua proses investigasi terbuka untuk audit publik karena keselamatan mahasiswa menjadi prioritas.

“Jika kasus serupa terjadi lagi, kami dorong mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk segera melapor ke pimpinan kampus atau melalui laman lapor.go.id,” tambahnya.

Sebelumnya, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggelar aksi protes menuntut keadilan bagi almarhum Pratama Wijaya. Koordinator lapangan, M. Zidan Azzakri, menyebut ada lima mahasiswa lain yang menjadi korban kekerasan selama diksar.

Para korban mengalami pemukulan, tendangan, hingga trauma. Salah satu korban bahkan mengalami pecah gendang telinga dan memutuskan mundur dari perkuliahan. Sementara empat korban lainnya mengalami tekanan psikologis dan ketakutan untuk berinteraksi dengan senior organisasi.

Zidan juga mengungkap bahwa kegiatan diksar sudah mendapat izin dari Dekanat FEB. Namun, pihak dekanat justru bersikap tidak bertanggung jawab dan meminta keluarga korban untuk mengikhlaskan kejadian tersebut.

“Bukannya memberi ruang diskusi, grup justru digunakan untuk meminta korban menandatangani surat pernyataan bahwa mereka tidak akan menuntut kasus ini,” ujarnya.

Salah satu korban, M. Arnando Al-Faaris, mengaku mendapat intimidasi agar tidak bersuara. Bahkan, dia menerima ancaman perubahan nilai akademik jika menyampaikan informasi ke pihak luar.

“Kalau saya cerita lagi, nilai bisa diubah-ubah. Ketika saya butuh bantuan, mereka tak mau membantu,” ujarnya.

Arnando juga mengaku dipaksa menandatangani surat yang menyatakan bahwa kekerasan selama diksar dilakukan secara sukarela. Ia menandatangani dokumen itu meski merasa terpaksa.

“Saya disuruh tanda tangan agar diam. Di surat itu disebutkan seolah-olah saya rela mengalami kekerasan, padahal tidak,” tegasnya.

Memanggil Pengurus Mahepel

Menanggapi hal ini, Dekan FEB Unila, Prof. Nairobi, mengaku telah memanggil pengurus Mahepel dan alumni pada 12 Desember 2024. Dalam pertemuan itu, pengurus Mahepel mengakui adanya kelalaian dalam pelaksanaan diksar.

Dekan FEB kemudian menjatuhkan sanksi berupa pembersihan embung Rusunawa kepada Mahepel. Untuk korban yang mengalami gangguan pendengaran, Mahepel telah bersilaturahmi ke rumah orang tua korban pada 24 November dan menyatakan bersedia bertanggung jawab.

“Dekanat siap membantu proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap Mahepel. Jika ada bukti baru dari keluarga atau korban lain, kami terbuka untuk menindaklanjutinya,” pungkas Nairobi.

 

Tags: Diksar KampusheadlineInvestigasi UnilaKekerasan MahasiswaMahepel UnilaPratama Wijaya
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pembinaan Peternak Sapi Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pembinaan Peternak Sapi Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan

byMustaan
11/02/2026

Lampung Selatan (Lampost.co) — Penguatan ketahanan pangan berbasis protein hewani terus begerak di Lampung. Salah satunya PT Juang Jaya Abdi...

Irjen Kemenag: Integritas ASN Penentu Kredibilitas Kementerian di Daerah

Warga Lapas Jadi Sasaran Siar Bulan Ramadan Kemenag Lampung 

byAtikaand1 others
11/02/2026

Bandar Lampung — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung akan melakukan penyesuaian jam kerja selama bulan Ramadan 1447...

Kemenag Lampung Selaraskan Visi dan Kawal 8 Program Prioritas Menteri Agama

Kemenag Lampung Selaraskan Visi dan Kawal 8 Program Prioritas Menteri Agama

byAtikaand1 others
11/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung menegaskan komitmennya menyelaraskan visi dan misi organisasi. Sekaligus...

Berita Terbaru

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
Lampung

Gandeng Petani Lampung, PT SHS Tawarkan Harga Premium dan Bayar Tunai 24 Jam

byDelima Napitupuluand1 others
11/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--PT Sang Hyang Seri (SHS) mengumumkan transformasi bisnis besar-besaran dengan melakukan refocusing total pada sektor perbenihan nasional. Langkah...

Read moreDetails
Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat fondasi ketahanan pangan dengan menjajaki kolaborasi strategis bersama PT Sang Hyang Seri (SHS).

Transformasi Lumbung Pangan, Pemprov-PT SHS Bangun Pusat Industri Benih

11/02/2026
logo DFB Pokal

Freiburg Singkirkan Hertha Berlin dari DFB Pokal 2026 lewat Adu Penalti Dramatis

11/02/2026
Penyerang sayap Bournemouth Rayan

Comeback Dramatis Bournemouth di Hill Dickinson Stadium

11/02/2026
Pelantikan oleh Sekda Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan. // Atika

Sekdaprov Lantik 15 Eselon III, Kedepankan Digitalisasi Genjot Akurasi Layanan

11/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.