• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 20:38
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Dokter: Pola Makan Anak Tidak Dianjurkan hanya Fokus pada Karbohidrat

Orang tua menganggap bahwa memberi anak dengan pola makan hanya fokus dengan karbohidrat.

Ricky MarlybyRicky Marly
17/07/25 - 06:20
in Kesehatan
A A
Dokter: Pola Makan Anak Tidak Dianjurkan hanya Fokus pada Karbohidrat

(dok. istockphoto.com)

Jakarta (Lampost.co) — Dokter Residen Gizi Klinik Universitas Indonesia (UI) dr. Nadhira Afifa, MPH, menyoroti masih banyaknya orang tua yang keliru terkait pola makan.

Orang tua menganggap bahwa memberi anak dengan pola makan hanya fokus dengan karbohidrat.

“Kalau lebih fokusnya ke karbohidrat, karena makanan utama kita nasi. Jadi itu persepsi yang salah juga di orang tua dan masyarakat,” kata dokter Nadhira Afifa usai acara kesehatan di Jakarta, Selasa, 15 Juli 2025, melansir Antara.

Baca Juga:

Ini 7 Makanan Tinggi Serat yang Sebaiknya Ada di Rumah

 

Mengonsumsi pola makan seperti itu tidak dianjurkan karena tidak mengandung gizi seimbang. Ia mencontohkan kebiasaan makan yang terlalu fokus pada karbohidrat. Seperti mengonsumsi nasi dengan mie masih banyak yang menganggap termasuk sudah cukup bergizi.

“Kalau di daerah mindset-nya itu masih fokus ke karbohidrat aja, memang kita makanan utama nasi kan. Padahal tetap harus gizi seimbang selalu,” ujarnya.

Nadhira mengingatkan pola makan bergizi seimbang bisa mengikuti panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan. Panduan ini memuat proporsi nasi, sayur, lauk hewani, dan buah sebagai acuan yang mudah kita terapkan di rumah.

Dalam membentuk kebiasaan makan sehat di rumah tidak harus kita mulai dari makanan mahal. Salah satu bahan pangan sederhana yang bisa menjadi sumber protein hewani adalah telur.

“Padahal sebenarnya sesulit-sulitnya itu bisa pakai telur aja. Telur kan itu satu butir Rp2.000 ya. Jadi paling enggak protein hewaninya bisa dari telur, itu tiga kali sehari juga enggak masalah,” jelasnya.

 

Peran Orang Tua

Dalam mendukung kebiasaan mengonsumsi pola makan bergizi seimbang pada anak-anak, perlu peran dari orang tua.

Menurutnya, perubahan pola makan tidak cukup hanya dengan menyuruh anak, tapi harus kita mulai dari kebiasaan seluruh keluarga.

“Dan juga orang tuanya jangan cuma nyuruh doang. Tapi orang tuanya juga berhabit yang gizi seimbang juga, sehingga anak itu bisa mengikuti. Jadi perilaku sehatnya itu diterapkan di satu keluarga, bukan di anak aja,” kata dia.

Dokter lulusan Master of Public Health dari Harvard University itu menyarankan kebiasaan pola hidup yang bisa kita terapkan dalam menjaga kesehatan anak-anak juga harus ada aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Misalnya jalan ke sekolah, bermain secara kelompok hingga olahraga.

Tak hanya itu, peran dari keluarga yang harmonis juga sangat memengaruhi mood hingga ke kesehatan anak. “Jadi pastikan relationship dengan orang tua dan anggota keluarga juga baik,” harapnya.

Source: Ricky Marly
Via: Antara
Tags: gizikarbohidratnasiorang tuapola makantelur
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Akibat Virus Herpes.Dok

Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Gegara Dicium Sembarangan

byNur
22/01/2026

Inggris (Lampost.co)--– Sebuah kisah memilukan datang dari Inggris, ketika seorang bocah laki-laki berusia dua tahun harus kehilangan penglihatan pada salah...

Ilustrasi. Depresi. (Foto: Dok. MI)

Wanita Ini Dilarikan Ke RSJ Usai Intens ‘Ngobrol’ dengan AI

byNur
22/01/2026

California (Lampost.co)--– Sebuah laporan medis dari University of California, San Francisco (UCSF) mengungkap kasus seorang perempuan berusia 26 tahun yang...

Kenali Gejala Super Flu Influenza A H3N2 Subclade K dan Pencegahan Penularan

RSHS Bandung Tangani 10 Kasus Super Flu Sepanjang 2025, Satu Pasien Meninggal Dunia

byNurand1 others
08/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mencatat telah merawat 10 pasien terkonfirmasi super flu sepanjang tahun 2025. Super...

Berita Terbaru

Dorong Integrasi Kebijakan Daerah Atasi Malaria
Lampung

Dorong Integrasi Kebijakan Daerah Atasi Malaria

byWandi Barboyand1 others
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Perencana Ahli Madya Bappeda Provinsi Lampung, Decky Ferdiansyah, menegaskan pentingnya integrasi kebijakan pembangunan daerah dengan agenda nasional...

Read moreDetails
Dinkes Lamsel Pertahankan Status Daerah Eliminasi Malaria

Dinkes Lamsel Pertahankan Status Daerah Eliminasi Malaria

26/01/2026
Warga Sambut Positif Delapan Desa di Jati Agung Bergabung ke Bandar Lampung

Warga Sambut Positif Delapan Desa di Jati Agung Bergabung ke Bandar Lampung

26/01/2026
Integrasi Delapan Desa di Jati Agung ke Bandar Lampung Jadi Magnet Baru Investasi Properti

Integrasi Delapan Desa di Jati Agung ke Bandar Lampung Jadi Magnet Baru Investasi Properti

26/01/2026
Delapan Desa di Kecamatan Jati Agung Masuk Kota Bandar Lampung

Delapan Desa di Kecamatan Jati Agung Masuk Kota Bandar Lampung

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.