• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 29/11/2025 21:17
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Redistribusi Guru ASN ke Sekolah Swasta Bakal Timbulkan Masalah Baru

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permen Dikdasmen) Nomor. 1 Tahun 2025 berencana melakukan redistribusi guru ASN ke sekolah atau madrasah swasta.

Triyadi IsworobyTriyadi Isworo
24/07/25 - 15:15
in Humaniora, Lampung
A A
Ilustrasi - Seorang guru sedang mengajar siswa di kelas. (Antara)

Ilustrasi - Seorang guru sedang mengajar siswa di kelas. (Antara)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permen Dikdasmen) Nomor. 1 Tahun 2025 berencana melakukan redistribusi guru ASN ke sekolah atau madrasah swasta. Kebijakan itu rencananya akan terimplementasikan pada November mendatang.

Rencana itu mendapatkan respon penolakan dari sejumlah organisasi profesi guru yang tergabung dalam Koalisi Barisan (Kobar) Guru Indonesia. Wacana tersebut teranggap bakal menimbulkan permasalahan baru yang akan muncul.

Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Soeparman Mardjoeki Nahali mengungkapkan. Peraturan itu memang muncul dari permintaan sejumlah sekolah swasta yang kehilangan guru karena menjadi guru PPPK.

“Kebijakan itu tidak menyelesaikan akar masalah yang terjadi. Saat ini satuan pendidikan swasta banyak yang kekurangan murid akibat persoalan demografi dan kebijakan pemerintah,” katanya, Kamis, 24 Juli 2025.

Akibatnya banyak guru yang kehilangan tunjangan profesinya (TPG) dan berkurangnya bantuan operasional sekolah (BOS). Karena TPG dan BOS mempengaruhi oleh jumlah murid. Situasi ini semakin memperumit redistribusi guru.

“Ternyata bukan hanya guru ASN yang perlu redistribusi. Guru swasta pun memerlukan redistribusi agar tidak terkena PHK dan kehilangan tunjangannya,” katanya.

Kecemburuan Sosial

Sementara Wakil Koordinator Advokasi Perkumpulan Pendidik Geografi Nusantara, Laili Hadiati juga berpendapat. Ia mengkhawatirkan program redistribusi guru ASN ke sekolah swasta dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

Kedatangan guru ASN ke sekolah swasta bakal menciptakan diskriminasi baru. Sebab biasanya guru ASN akan memperoleh prioritas untuk memperoleh posisi penting. Seperti menjadi kepala sekolah dan pemenuhan jumlah jam mengajarnya.

Sebaliknya dampak negatif bisa juga teralami oleh guru ASN saat menjalani redistribusi. Mereka harus berbagi jam mengajar dengan guru yang sudah eksis pada sekolah tersebut. Jika rombongan belajarnya sedikit maka guru ASN akan menghadapi masalah dengan tunjangan profesinya.

“Jarak tempuh dari rumahnya ke sekolah yang baru juga bakal menimbulkan masalah baru. Belum lagi mereka akan repot dengan pekerjaan tambahan mencari murid baru setiap pergantian tahun ajaran,” jelasnya.

Kemudian Ketua Dewan Penasehat Forum Martabat Guru Indonesia Provinsi Lampung, Gino Vanollie menambahkan. Ia menekankan perlunya koordinasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Ini untuk mengatasi kekurangan guru secara komprehensif.

“Harus siap secara matang dan jangan terkesan reaksioner,” tegasnya.

Selanjutnya LPTK sebagai lembaga penghasil calon guru juga harus dilibatkan. Sehingga akan terpetakan dengan baik satuan pendidikan dan daerah mana saja yang kekurangan guru. Sekaligus menghitung jumlah calon guru yang dapat mengisi kekosongan guru tersebut.

Kemudian Gino Vanollie mengingatkan bahwa praktik terbaik dari sejumlah pemerintah daerah yang sudah melibatkan sekolah swasta. Ini untuk memenuhi kuota penerimaan murid baru dapat menjadi contoh untuk memperbaiki sistem pemenuhan guru sekolah swasta.

“Pemerintah pusat cukup menjadi fasilitator yang baik bagi pemerintahan daerah. Agar tetap berkomitmen menjalani fungsi otonomi daerah desentralisasi. Untuk menuntaskan persoalan kekurangan guru daerahnya masing-masing,” katanya.

 

Source: Umar Rabbani
Via: Triyadi Isworo
Tags: Forum Martabat Guru Indonesia Provinsi LampungGino VanollieGURUkebijakanKoalisi Barisan Guru IndonesiaKobarLaili Hadiatimadrasah swastaorganisasi profesi guruPemerintahPENDIDIKANPeraturan Menteri Pendidikan Dasar dan MenengahPermen DikdasmenPersatuan Guru Seluruh IndonesiaPGSIredistribusi guru ASNSEKOLAHSoeparman Mardjoeki NahaliWakil Koordinator Advokasi Perkumpulan Pendidik Geografi Nusantara
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Kadisdikbud

Disdikbud Lampung Dorong Transformasi Semua SMK Jadi BLUD

byIsnovan Djamaludinand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co)—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menargetkan seluruh SMK negeri di daerah tersebut dapat bertransformasi menjadi Badan Layanan...

Dua warga Kabupaten Lampung Tengah, Melia dan Nova Anita Sari melaporkan dugaan investasi bodong dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dok. Lampost.co

Tertarik Investasi MBG, Malah Tertipu Rp 400 Juta

byTriyadi Isworoand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) — Setelah menanamkan modal investasi hingga Rp 400 juta untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dua warga...

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari. (Dok. Lampost.co)

Polda Lampung Sarankan Korban Investasi Bodong MBG Lampung Tengah Sampaikan Gugatan Perdata

byTriyadi Isworoand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) — Polda Lampung menanggapi laporan dugaan penipuan investasi program MBG. Laporan ini terlayangkan oleh dua warga Lampung...

Berita Terbaru

Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program sembako untuk 15.578 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.(Foto:Dok/Lampost.co)
Ekonomi dan Bisnis

Bansos untuk Warga Lampung pada 2025 Tembus Rp22,96 Triliun, Ini Daerah Penerima Terbesar

byEffran
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Wilayah DJPb Kementerian Keuangan Lampung mencatat penyaluran bantuan sosial pemerintah pusat mencapai Rp22,96 triliun selama...

Read moreDetails
Desa Simpang Mesuji mulai lakukan pembangunan fisik tahun 2024. dengan menggunakan anggaran dana desa (Foto:Lampost/Ridwan Anas)

Penyaluran Dana Desa Lampung 2025 Tembus Rp1,95 Triliun, Ini Rincian per Kabupaten

29/11/2025
Kadisdikbud

Disdikbud Lampung Dorong Transformasi Semua SMK Jadi BLUD

29/11/2025
Pelatihan ISO 9001 BSPI Bandar Lampung[1]

BSPJI Bandar Lampung Tingkatkan Kompetensi Industri lewat Pelatihan ISO 9001:2015

29/11/2025
Dua warga Kabupaten Lampung Tengah, Melia dan Nova Anita Sari melaporkan dugaan investasi bodong dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dok. Lampost.co

Tertarik Investasi MBG, Malah Tertipu Rp 400 Juta

29/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.