Jakarta (Lampost.co) – Sutradara ternama Joko Anwar kembali menghadirkan karya segar. Ia resmi mengumumkan film terbaru berjudul Ghost in the Cell. Film bergenre horor komedi ini akan tayang pada 2026. Ini menjadi film komedi pertamanya sejak Quickie Express pada 2007.
Poin Penting
- Joko Anwar kembali ke genre komedi setelah 19 tahun lewat film Ghost in the Cell.
- Joko menyebut latar penjara menciptakan ketegangan karena tidak ada ruang untuk melarikan diri dari hantu.
- Joko menyampaikan bahwa ide film berasal dari pengalaman menggarap film horor bersama Tia sebelumnya.
- Deretan pemain film termasuk Abimana Aryasatya, Morgan Oey, Rio Dewanto, Aming, Endy Arfian, dan Tora Sudiro.
Lewat media sosial, Joko Anwar membagikan tampilan perdana film. Ia menyebut ide lahir dari pengalaman membuat film horor.
Ghost in the Cell Tampilkan Horor Khas Joko Anwar di Latar Penjara
Tidak seperti karya sebelumnya, Joko memilih latar penjara untuk cerita horor kali ini. Ia ingin menciptakan ruang tanpa pelarian.
Baca juga : Luna Maya Tunda Kehamilan, Ini Alasannya Bersama Maxime Bouttier
Menurut Joko, penjara menyulitkan karakter untuk kabur dari ancaman hantu. Mereka justru dipaksa bekerja sama. “Ketika terjebak di sel tahanan, hanya kerja sama yang bisa menyelamatkan mereka,” jelas Joko Anwar dalam unggahannya.
Kombinasi ketegangan dan komedi menjadikan film ini unik dalam jajaran film Joko Anwar yang biasanya serius.
Deretan Aktor Hebat Perkuat Film Baru Joko Anwar
Sejumlah nama besar turut membintangi Ghost in the Cell. Di antaranya Abimana Aryasatya, Morgan Oey, dan Rio Dewanto. Ada juga Aming, Endy Arfian, Danang Suryonegoro, dan aktor senior seperti Lukman Sardi dan Tora Sudiro.
Joko Anwar selalu memilih pemain secara selektif. Ia memastikan karakter-komedi tetap memiliki kedalaman dan konflik emosional.
Joko Anwar Gandeng Talenta Baru lewat Audisi Terbuka
Tak hanya deretan aktor populer, ia juga mengenalkan aktor baru bernama Magistus Miftah. Magistus terpilih dari audisi terbuka yang diikuti 700 peserta. Ia akan memerankan salah satu karakter penting.
Film ini diproduksi oleh Come and See Pictures, rumah produksi milik Joko dan Tia Hasibuan.








