• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 29/11/2025 21:50
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

10.223 Warga Lampung Butuh Bantuan Sosial

Dinas Sosial Provinsi Lampung mencatat sebanyak 10.223 warga pada berbagai wilayah masih berada dalam kondisi rentan.

Triyadi IsworoAtikabyTriyadi IsworoandAtika
06/08/25 - 16:16
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung
A A
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi. (Foto: Lampost.co / Atika)

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi. (Foto: Lampost.co / Atika)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Dinas Sosial Provinsi Lampung mencatat sebanyak 10.223 warga pada berbagai wilayah masih berada dalam kondisi rentan. Warga itu membutuhkan dukungan sosial dari pemerintah.

Hal tersebut tersampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Lampung, Aswarodi. Ia menyampaikan bahwa masyarakat yang masuk dalam kategori tersebut meliputi anak-anak yang tidak memiliki pengasuhan. Kemudian lanjut usia tanpa keluarga, penyandang disabilitas yang terlantar, hingga kelompok tuna sosial.

“Terdapat 26 kelompok masyarakat yang dikategorikan sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Namun, dari jumlah itu, hanya 4 klaster yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” ujarnya, Rabu, 6 Agustus 2025.

Kemudian data tersebut, berasal dari hasil survei dan pemutakhiran yang terlaksanakan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

“Mereka mendapat tugas untuk memfokuskan pendataan pada empat klaster utama sesuai kewenangan provinsi. Dari hasil tersebut, terdata lebih dari 10 ribu individu yang termasuk dalam PPKS,” jelas Aswarodi.

Lalu ia menambahkan, pendataan tersebut memiliki peran strategis dalam menyusun program sosial yang tepat sasaran. “Data ini menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk memahami kondisi riil masyarakat. Bukan sekadar kebutuhan administratif,” imbuhnya.

Kemudian ia menekankan pentingnya integrasi data melalui sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem ini akan menjadi rujukan dalam penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) agar lebih efektif dan menyeluruh.

“Empat klaster ini menjadi fokus utama dari intervensi program sosial kami. Termasuk pengurangan angka kemiskinan, pemberdayaan penyandang disabilitas, serta penguatan struktur keluarga rentan,” tambahnya.

Selanjutnya Aswarodi juga menyampaikan bahwa pelaksanaan program sosial tersebut tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Pemprov juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), sektor swasta, dan pelaku industri.

“Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Gubernur menargetkan adanya sinergi lintas sektor untuk memperluas jangkauan bantuan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” tutupnya.

Tags: AswarodiBantuan Sosialdata tunggal sosial ekonomi nasionaldinas sosialDTSENkelompok tuna sosialKepala Dinas Sosial Lampungkondisi rentanlanjut usiaLembaga Kesejahteraan SosialLKSpelaku industriPemerintahPemerintah ProvinsiPemerlu Pelayanan Kesejahteraan SosialPenyandang disabilitasPKHPPKSProgram Keluarga HarapanProvinsi LampungRencana Pembangunan Jangka Menengah DaerahRPJMDsektor swastasurvei dan pemutakhiranTenaga Kesejahteraan Sosial KecamatanTKSK
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

teaching factory SMKN 4(2)

Teaching Factory SMKN 4 Bandar Lampung Jadi Peluang BLUD

byIsnovan Djamaludinand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co)—Sebagai salah satu sekolah pusat keunggulan (PK) berdasarkan penetapan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), SMKN...

teaching factory SMKN 4(1)

39 SMK di Lampung Sudah Jadi BLUD

byIsnovan Djamaludinand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co)—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi Lampung terus mendorong percepatan transformasi sekolah, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri, dari...

Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program sembako untuk 15.578 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.(Foto:Dok/Lampost.co)

Bansos untuk Warga Lampung pada 2025 Tembus Rp22,96 Triliun, Ini Daerah Penerima Terbesar

byEffran
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Wilayah DJPb Kementerian Keuangan Lampung mencatat penyaluran bantuan sosial pemerintah pusat mencapai Rp22,96 triliun selama...

Berita Terbaru

teaching factory SMKN 4(2)
Bandar Lampung

Teaching Factory SMKN 4 Bandar Lampung Jadi Peluang BLUD

byIsnovan Djamaludinand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co)—Sebagai salah satu sekolah pusat keunggulan (PK) berdasarkan penetapan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), SMKN...

Read moreDetails
teaching factory SMKN 4(1)

39 SMK di Lampung Sudah Jadi BLUD

29/11/2025
Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program sembako untuk 15.578 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.(Foto:Dok/Lampost.co)

Bansos untuk Warga Lampung pada 2025 Tembus Rp22,96 Triliun, Ini Daerah Penerima Terbesar

29/11/2025
Desa Simpang Mesuji mulai lakukan pembangunan fisik tahun 2024. dengan menggunakan anggaran dana desa (Foto:Lampost/Ridwan Anas)

Penyaluran Dana Desa Lampung 2025 Tembus Rp1,95 Triliun, Ini Rincian per Kabupaten

29/11/2025
Kadisdikbud

Disdikbud Lampung Dorong Transformasi Semua SMK Jadi BLUD

29/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.