Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Kota Bandar Lampung menargetkan sebanyak 92.334 anak dan remaja, baik yang bersekolah maupun tidak, sebagai sasaran pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025. Program ini telah mulai berjalan sejak Agustus dan akan berlanjut hingga November mendatang.
Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung, Mulyadi Syukri, menjelaskan bahwa pelaksanaan BIAS oleh Dinas Kesehatan dengan melibatkan petugas puskesmas di wilayah sekolah. Sementara itu, pihak sekolah bertugas mengoordinasikan serta menyosialisasikan program ini kepada para wali murid.
Menurut Mulyadi, BIAS di 308 SD sederajat dan 160 SMP sederajat, baik negeri maupun swasta. Targetnya, 95 persen anak yang wajib vaksin dapat mengikuti imunisasi dan vaksinasi dalam momentum ini.
“Pelaksanaan sudah mula di sejumlah sekolah. Prosesnya langsung oleh Dinas Kesehatan melalui puskesmas,” ujarnya, Kamis, 14 Agustus 2025.
Adapun pelaksanaan di sekolah menyasar peserta didik kelas 1, 2, 5, 6 SD serta kelas 9 SMP. Sedangkan anak yang tidak bersekolah, program ini menyasar mereka yang berusia 7, 8, 11, 12, dan 15 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad, merinci bahwa siswa kelas 1 SD dan anak usia 7 tahun akan mendapatkan vaksin Measles Rubella (MR) pada Agustus. Kemudian, siswa kelas 2 SD dan anak usia 8 tahun akan menerima vaksin Difteri Tetanus (Dt) pada November.
Vaksin HPV
Selanjutnya, siswa kelas 5 SD dan anak usia 11 tahun mendapatkan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) pada Agustus dan vaksin Dt pada November. Sementara siswa kelas 6 SD dan anak usia 12 tahun hanya akan menerima vaksin HPV di bulan Agustus 2025.
“Untuk siswa kelas 9 SMP dan remaja usia 15 tahun, vaksinasi HPV juga pada Agustus ini,” jelas Muhtadi.
Dengan pelaksanaan yang terkoordinasi antara Dinas Kesehatan, Disdikbud, sekolah, dan puskesmas, pemerintah berharap target cakupan imunisasi BIAS 2025 dapat tercapai secara optimal.
Program ini mampu memperkuat perlindungan kesehatan anak dan remaja di Bandar Lampung, sekaligus mencegah penyebaran penyakit pencegahan melalui vaksin. (Umar Robbani)








