• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 30/11/2025 20:32
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Teknologi

Elon Musk Gugat Apple dan OpenAI: Tuduhan Monopoli Chatbot

Gugatan Elon Musk terhadap Apple dan OpenAI menunjukkan betapa ketatnya persaingan di industri AI.

Denny ZYbyDenny ZY
26/08/25 - 21:13
in Teknologi
A A
Elon Musk gugat Apple OpenAI

Bandar Lampung (Lampost.co) — Elon Musk kembali menggemparkan dunia teknologi. Melalui perusahaan rintisannya di bidang kecerdasan buatan, xAI, ia resmi mengajukan gugatan hukum terhadap Apple dan OpenAI di pengadilan federal Texas. Gugatan ini menyoroti dugaan praktik monopoli yang menurut Musk merugikan inovasi sekaligus membatasi ruang gerak kompetitor di pasar chatbot.

Alasan Gugatan

Menurut berkas yang diajukan, xAI menilai Apple dan OpenAI menjalin kerja sama eksklusif yang membuat chatbot besutan Musk, Grok, tidak mendapatkan ruang promosi yang adil di App Store. Padahal, Grok sempat menduduki posisi tinggi di daftar aplikasi populer, namun tidak pernah masuk ke kategori unggulan “Must-Have Apps”.

xAI berargumen bahwa hal ini tidak sekadar masalah teknis, melainkan bentuk hambatan sistematis terhadap kompetitor. Integrasi langsung ChatGPT ke dalam iOS dituding sebagai faktor utama yang menyingkirkan aplikasi lain dari sorotan pengguna.

Klaim Kerugian dan Tuntutan

Tidak tanggung-tanggung, xAI menuntut kompensasi hingga miliaran dolar. Angka ini disebut mencerminkan potensi kerugian finansial akibat dominasi Apple dan OpenAI di pasar chatbot. Selain itu, Musk menekankan bahwa praktik ini berisiko menghambat perkembangan industri AI yang seharusnya terbuka untuk semua pengembang.

Respon Pihak Tergugat

Hingga kini, Apple belum memberikan komentar resmi. Namun, OpenAI langsung menanggapi dengan menyebut gugatan tersebut sebagai bagian dari “pola pelecehan berulang” oleh Musk. Pernyataan itu menegaskan bahwa OpenAI menolak tuduhan monopoli dan menilai klaim xAI sebagai upaya Musk untuk menggoyahkan reputasi mereka.

Mengapa di Texas?

Gugatan ini diajukan di Texas bukan tanpa alasan. OpenAI saat ini sedang membangun pusat data besar di Abilene, sementara Apple tengah memperluas investasinya di negara bagian yang sama. Kedua perusahaan memiliki kepentingan bisnis signifikan di sana, sehingga Texas dianggap sebagai yurisdiksi tepat untuk menangani kasus ini.

Hubungan Rumit Musk dan OpenAI

Perseteruan Musk dan OpenAI bukan hal baru. Musk pernah menjadi salah satu pendiri OpenAI, namun hengkang ketika organisasi itu beralih dari model nonprofit ke for-profit. Sejak saat itu, Musk berulang kali mengkritik OpenAI karena menurutnya menyimpang dari tujuan awal, yakni menciptakan AI yang bermanfaat luas untuk umat manusia.

Kini, gugatan terbaru ini semakin memperlihatkan ketegangan panjang antara Musk dan eks rekan kerjanya di OpenAI.

Implikasi Lebih Luas

Kasus ini tidak hanya menyangkut nasib Grok, melainkan juga membuka perdebatan lebih luas tentang dominasi platform digital. Jika benar terjadi diskriminasi terhadap aplikasi kompetitor, maka integrasi eksklusif seperti ChatGPT di iOS bisa menjadi preseden buruk bagi industri teknologi.

Selain itu, hasil dari gugatan ini bisa memengaruhi cara Apple mengelola App Store ke depan. Transparansi, keterbukaan akses, dan perlakuan setara terhadap aplikasi pihak ketiga akan menjadi isu penting. Di sisi lain, kemenangan bagi Apple dan OpenAI akan memperkuat posisi mereka sebagai raksasa AI sekaligus menantang kompetitor untuk berinovasi lebih keras.

Kesimpulan

Gugatan Elon Musk terhadap Apple dan OpenAI menunjukkan betapa ketatnya persaingan di industri AI. Tuduhan monopoli, eksklusivitas, dan diskriminasi aplikasi menjadi bahan bakar perdebatan tentang keadilan pasar. Apapun hasilnya, kasus ini akan meninggalkan jejak penting dalam perjalanan teknologi chatbot dan masa depan regulasi digital di Amerika Serikat.

Tags: App StoreAppleElon MuskGrokOpenAIxAI
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

windows 11

500 Juta PC Siap Windows 11, Tetapi Pengguna Masih Bertahan di Windows 10

byDenny ZY
30/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Laporan terbaru menunjukkan tren mengejutkan di pasar komputer global. Meskipun Windows 11 telah dirilis sejak Oktober...

Seorang pelanggan Telkomsel sedang berinteraksi dengan Veronika, layanan berbasis AI melalui aplikasi MyTelkomsel. Lampost.co

AI Telkomsel Merajut Beragam Pengalaman Digital Tanpa Batas

byEffran
27/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Angin senja berhembus lembut di balkon kafe sekitar Jalan Jend Sudirman, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Jumat,...

Perkuat Pemerataan Akses Digital Nasional, Paket IndiHome untuk Sekolah 3T Sumatera Gratis

byEffran
25/11/2025

Palembang (Lampost.co) — Telkomsel memperluas dukungan pemerataan pendidikan digital melalui penyaluran layanan internet untuk sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan...

Berita Terbaru

windows 11
Teknologi

500 Juta PC Siap Windows 11, Tetapi Pengguna Masih Bertahan di Windows 10

byDenny ZY
30/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Laporan terbaru menunjukkan tren mengejutkan di pasar komputer global. Meskipun Windows 11 telah dirilis sejak Oktober...

Read moreDetails
civil war 2024

Civil War (2024): Sinopsis, Pemeran, Analisis Tema, dan Ulasan Film

30/11/2025
UMKM di Lampung Ketiban Rezeki Selama Ijtima’ Ulama Dunia

UMKM di Lampung Ketiban Rezeki Selama Ijtima’ Ulama Dunia

30/11/2025
Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi di Lampung

Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi di Lampung

30/11/2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Antara/Imamatul Silfia)

Menkeu Purbaya Beri Syarat Baru untuk Cairkan Dana Desa

30/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.