• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 14:17
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Ini Tantangan Pertanian Lampung yang Terus Merosot

Sumbangan sektor itu terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai lebih dari 20 persen

EffranSilvia AgustinabyEffranandSilvia Agustina
02/09/25 - 17:45
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Pertanian di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. (DOK. DISKOMINFO LAMSEL)

Ilustrasi. (DOK. DISKOMINFO LAMSEL)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Sektor pertanian masih memegang peran penting dalam struktur perekonomian Lampung.

Sumbangan sektor itu terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai lebih dari 20 persen sehingga menjadi penyumbang terbesar daripada sektor lain seperti industri dan perdagangan. Namun, dalam 13 tahun terakhir pertumbuhan sektor pertanian terus mengalami penurunan.

Pengamat pertanian Universitas Lampung, Teguh Endaryanto, mengatakan penurunan itu tidak lepas dari rendahnya produktivitas sejumlah komoditas unggulan daerah.

“Salah satunya memang karena produktivitas untuk beberapa komoditas itu masih kurang tinggi. Kopi produktivitasnya baru sekitar satu ton, lada sekitar 500 kg, singkong sekitar 27 ton per hektare. Sedangkan di tempat lain bisa mencapai 35 ton per hektare,” ujar Teguh, Selasa, 2 September 2025.

Tantangan Besar Pertanian

Selain itu, tantangan besar lainnya ada pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Tingkat pendidikan tenaga kerja pertanian di Lampung tercatat masih relatif rendah. Sehingga, memengaruhi daya saing dan kemampuan mengembangkan usahatani yang lebih modern dan efisien.

“SDM dari sisi pendidikan masih relatif rendah di tingkat menengah ke bawah. Bagaimana meningkatkan produktivitas kalau SDM masih rendah, makanya perlu mendorong peningkatan SDM,” kata dia.

Menurut dia, perubahan struktur ekonomi memang tidak bisa terhindarkan. Dalam banyak kasus kontribusi pertanian cenderung menurun seiring pertumbuhan sektor industri.

Namun, kondisi itu mestinya tidak mengurangi perhatian terhadap penguatan produktivitas pertanian yang justru harus mendorong pengembangan hilirisasi. Sehingga, produk petani memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Saya berharap produk pertanian itu naik ke industrinya, hilirisasi jangan jual mentah, tapi produk dengan nilai tambah. Coba buat diversifikasi produk. Sehingga tidak banyak ekspor dalam bentuk bahan baku. Kalau ada dorongab industrialisasi akan berdampak pada ekonomi masyarakat menjadi tinggi,” ujarnya.

Kemudian, tantangan lain yang perlu menjadi perhatian adalah perkembangan nilai tukar petani (NTP). Indikator itu memang berada di atas angka 100. Artinya, petani masih memiliki nilai jual lebih besar daripada pengeluaran.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir tren NTP menunjukkan penurunan yang bisa berdampak pada kesejahteraan petani. “Itu harus dicermati, jangan sampai ekonomi naik, tapi tren NTP turun,” kata dia.

Tags: PDRBperekonomian lampungpertanian lampung
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Harga emas batangan Antam hari ini, Senin. Dok MI

Harga Emas Antam 26 Januari 2026, Rekor Baru Lewati Rp2,9 Juta

byEffran
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik untuk perdagangan pada Senin, 26 Januari 2026....

PENGANGGURAN DI INDONESIA. Sejumlah warga antre untuk mengurus pembuatan Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Serang, Banten. Kelompok usia 15 sampai 29 tahun atau Gen Z mencatat kontribusi terbesar terhadap jumlah pengangguran di Indonesia dengan 67 persen pengangguran berasal dari generasi tersebut, setara 4,9 juta orang. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN

Pengangguran Jadi Ancaman Ekonomi Terbesar Indonesia 2026–2028

byEffran
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- World Economic Forum mengeluarkan peringatan serius bagi Indonesia. Pengangguran menjadi ancaman ekonomi terbesar periode 2026–2028. Risiko itu...

Buruh dan karyawan mendengarkan pidato dari direksi perusahaan di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan 1.093 pekerja di Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang September 2025. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA

Strategi Pertahanan Ekonomi saat Terkena PHK

byEffran
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co) – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin nyata di tengah lapangan kerja yang kian menyempit. Kondisi itu membuat...

Berita Terbaru

laptop gaming 10 jutaan 2026
Teknologi

5 Rekomendasi Laptop Gaming Harga 10 Jutaan Terbaik 2026

byDenny ZY
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Memasuki awal tahun 2026, pasar laptop gaming di kelas harga Rp10 jutaan mengalami transformasi besar. Meski...

Read moreDetails
Ilustrasi

Ketahui Langkah Darurat Pasca-Gigitan Hewan Penular Rabies

26/01/2026
Where Winds Meet

Where Winds Meet: Game Wuxia Gratis Kini Tersedia di PS5, PC, iOS, dan Android

26/01/2026
Lenovo Legion 7 15 ASH11

Lenovo Legion 7 15 ASH11 AMD Strix Halo Laptop Gaming Tanpa GPU Diskrit 2026

26/01/2026
Kondisi sinoptik tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Lampung. Dok. BMKG.

Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Pesisir Lampung Periode 27-30 Januari 2026

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.