Jakarta (Lampost.co)–Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar pengajian daring yang membahas tentang Jurnalisme Filantropi Sebagai Jembatan Fundraising Zakat, pada Selasa, 2 Januari 2024. Sejumlah pertanyaan terlontar dalam kegiatan diskusi mengawali tahun 2024.
Bagaimana jurnalisme filantropi agar dapat memotivasi individu dan kelompok untuk terlibat dalam kegiatan sukarela? Bagaimana jurnalisme filantropi membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu sosial dan masalah kemanusiaan? Pertanyaan tersebut menjadi pemantik diskusi menarik dalam pengajian berbagi ilmu berbagi pengalaman.
Kegiatan yang digelar melalui saluran zoom ini menghadirkan narasumber Pimpinan Baznas RI H. Rizaludin Kurniawan, dengan host Pimpinan Baznas RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Muhammad Nadratuzzaman Hosen.
Seperti diketahui bahwa jurnalisme filantropi adalah berita yang mengangkat kasih sayang atau kedermawanan pada sesama. Makna dari ‘Voluntary action for the public good’ dalam konteks jurnalisme filantropi adalah tindakan sukarela atau inisiatif liputan terhadap kegiatan atau program sukarela yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Juga mendukung pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rizaludin memaparkan secara interaktif jurnalisme filantropi, yakni berdasarkan sejarah bahwa jurnalisme filantropi bisa menginspirasi dan memotivasi yang berdampak positif dalam pengelolaan zakat. Konsep jurnalisme filantropi, model kerja jurnaliame filantropi dan model bisnis jurnalistik filantropi. Interkoneksi jurnalisme filantropi, serta perbedaan jurnalisme air mata dan profetik juga dijelaskan secara gamblang.
Peserta pengajian pun diajak untuk berinterasi serta mendapatkan gambaran praktis seputar jurnalisme filantropi sebagai jembatan fundraising zakat. Pengajian ini diikuti 169 peserta amil-amilat Baznas Provinsi/Kabupaten/Kota dan LAZ se Indonesia via link zoom serta 124 viewer melalui channel youtube Baznas TV.
Sri Agustina








