Bandar Lampung (Lampost.co) — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat listrik. Peringatan ini penting karena banyak kasus kebakaran di permukiman dipicu instalasi listrik yang tidak sesuai standar atau penggunaan listrik yang sembarangan.
Poin Penting:
-
Kebakaran akibat listrik sering karena instalasi tidak standar dan kabel usang.
-
PLN UID Lampung membagikan 12 tips mencegah kebakaran listrik.
-
Edukasi masyarakat tentang penggunaan listrik aman menjadi fokus utama PLN.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra, menjelaskan kebakaran umumnya karena kabel usang, stop kontak berlebihan, serta minimnya perawatan peralatan listrik. “Listrik bermanfaat untuk aktivitas harian, tetapi penggunaannya harus dengan aman. Kami mengajak masyarakat mencegah risiko kebakaran akibat listrik melalui langkah sederhana,” ujar Darma di Bandar Lampung, Sabtu, 20 September 2025.
Tips Mencegah Kebakaran Akibat Listrik
Untuk menghindari terjadinya kebakaran akibat Listrik, PLN membagikan 12 tips penggunaan listrik aman di rumah maupun lingkungan:
- Gunakan listrik sesuai aturan dan jangan mengutak-atik meteran (kWh meter) selain petugas resmi PLN.
- Segera lapor gangguan listrik melalui aplikasi PLN Mobile atau Call Center 123.
- Pastikan instalasi listrik berlabel standar resmi (SNI).
- Lakukan pemasangan dan perbaikan hanya melalui teknisi listrik bersertifikat.
- Hindari kabel usang, terkelupas, atau sambungan listrik sembarangan.
- Jangan menumpuk colokan atau stop kontak melebihi kapasitas.
- Gunakan MCB dan ELCB sesuai daya untuk mencegah arus berlebih.
- Matikan peralatan listrik dan cabut steker bila tidak digunakan.
- Sediakan APAR (alat pemadam api ringan) berbasis serbuk di rumah.
- Edukasi anak-anak agar memahami bahaya bermain kabel dan stop kontak.
- Rutin periksa kondisi MCB/ELCB dan segera hubungi PLN jika rusak.
- Simpan nomor darurat (pemadam kebakaran, PLN, rumah sakit) di lokasi mudah dijangkau.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, dapat meminimalisasi risiko kebakaran akibat listrik.
Pentingnya Keselamatan Listrik Rumah Tangga
Menurut PLN, masih banyak warga menggunakan instalasi tidak sesuai standar, bahkan memasang sambungan listrik ilegal. Kondisi itu berbahaya karena bisa menimbulkan korsleting dan kebakaran. Oleh karena itu, masyarakat untuk selalu menggunakan jasa teknisi resmi serta memastikan instalasi listrik berlabel SNI.
Selain itu, PLN menegaskan pentingnya menggunakan perangkat pengaman, seperti MCB dan ELCB, untuk menghindari arus lebih dan kebocoran listrik. Kedua alat ini terbukti efektif melindungi rumah dari potensi korsleting.
PLN UID Lampung mengajak masyarakat menjadikan keselamatan listrik rumah tangga sebagai prioritas utama. Melalui penerapan tips sederhana, mulai dari penggunaan kabel standar hingga menyediakan APAR, bisa menekan risiko kebakaran akibat listrik.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan. Mari bersama menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan dengan penggunaan listrik yang aman dan bijak,” kata Darma.








