Jakarta (Lampost.co) Menjelang Festival Memomemoria 2025, penyanyi Sal Priadi merilis video musik baru berjudul “Nyala”. Karya ini disutradarai oleh Edwin, sineas peraih Piala Citra yang dikenal lewat film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas.
Poin Penting:
- Sal Priadi rilis video musik “Nyala” menjelang Festival Memomemoria 2025.
- Sutradara videoi oleh Edwin, sutradara peraih Piala Citra.
- Edwin menggambarkan “Nyala” sebagai perjalanan batin menuju kenangan masa kecil.
- Festival Memomemoria 2025 akan berlangsung di PFN Heritage Jakarta Timur, 24–26 Oktober.
Video musik “Nyala” menjadi bagian penting dari perayaan lima tahun album “Berhati”, yang pertama kali rilis pada 2020. Melalui kolaborasi ini, Sal Priadi ingin menghidupkan kembali makna lagu tersebut dalam bentuk visual yang puitis dan emosional.
baca juga : Taylor Swift Umumkan Serial Dokumenter The End of an Era, Penutup Megah The Eras Tour
Edwin mengungkapkan, proses penerjemahan lagu ke dalam bentuk visual membutuhkan waktu cukup panjang. Ia mendengarkan lagu “Nyala” dalam berbagai suasana untuk menemukan energi yang tepat.
“Sebelum menulis sinopsis, saya mendengarkan Nyala dalam beberapa situasi berbeda. Energi yang muncul itulah yang saya tuangkan,” ujar Edwin.
Visualisasi Penuh Emosi dari Edwin
Proses penggarapan video musik ini berlangsung sekitar dua bulan. Edwin mengaku ingin merespons musik dengan cara perlahan dan penuh penghayatan.
“Saya ingin merespons musik yang ditawarkan Nyala tanpa terburu-buru,” jelasnya.
Dalam video musik ini, Edwin menggambarkan “Nyala” sebagai perjalanan menuju kenangan masa kecil di tengah kekacauan batin. Menurutnya, karya ini berbicara tentang spontanitas, kegilaan, serta dorongan untuk terus melawan kebosanan dan kemapanan.
“Keos ini lahir dari energi masa kecil yang terlupakan. Setelah menulis, saya merasa menemukan bentuk utuh dari perasaan yang sering kita abaikan,” tambah Edwin.
Makna Cemburu dalam “Nyala”
Edwin juga menjelaskan, kata “cemburu” dalam lirik “Nyala” menjadi inspirasi utama narasi visualnya. Ia menafsirkan cemburu bukan hanya dalam konteks percintaan, tetapi juga dalam perasaan sosial yang lebih luas.
“Kata ‘cemburu’ mudah memicu imaji visual. Namun bukan hanya soal romansa, tapi juga ketidakadilan. Cemburu bisa muncul dari rasa di tinggalkan atau dianggap tidak mampu,” jelasnya.
Menurutnya, perasaan itu menggambarkan bentuk kemarahan yang melelahkan, namun juga manusiawi.
Kolaborasi Sal Priadi dan Edwin di Festival Memomemoria 2025
Kolaborasi Sal Priadi dan Edwin menjadi bagian penting dari Festival Memomemoria 2025, perayaan lima tahun album Berhati. Acara ini menghadirkan pertunjukan lintas disiplin seni dan pengalaman imersif bagi penggemar.
Festival akan berlangsung di PFN Heritage, Jakarta Timur, pada 24–26 Oktober 2025. Sal berharap video musik “Nyala” bisa menjadi pembuka suasana reflektif sebelum festival berlangsung.
“Melalui karya ini, saya ingin penonton merasakan makna yang saya tuangkan dan merayakan Berhati bersama,” kata Sal Priadi.
Video musik “Nyala” kini sudah tersedia di kanal YouTube resmi Sal Priadi. Informasi lengkap mengenai acara dan tiket dapat melalui situs resmi www.memomemoria.com
.








