Bandar Lampung (Lampost.co) — Perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan III-2025 tercatat tumbuh sebesar 5,04 persen (yoy). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, capaian ini sedikit melambat daripada triwulan II-2025 yang tumbuh 5,09 persen.
Hal tersebut tersampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution. Ia mengatakan, produk domestik regional bruto (PDRB) Lampung atas dasar harga berlaku (ADHB) pada periode ini mencapai Rp135,56 triliun. Sementara atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp76,58 triliun.
“Perekonomian Provinsi Lampung pada Triwulan III-2025 masih menunjukkan kinerja yang solid, tumbuh 5,04 persen. Bahkan menjadi yang tertinggi ketiga di Pulau Sumatera. Sumber pertumbuhan terbesar dari sisi produksi terdorong oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Sementara dari sisi pengeluaran, dorongan yang kuat berasal dari komponen Ekspor Barang dan Jasa,” ujarnya, Rabu, 5 November 2025.
Kemudian bila membandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi Lampung tumbuh 0,69 persen. Sementara secara kumulatif (c-to-c) hingga triwulan III-2025, perekonomian tercatat menguat 5,19 persen. Ini lebih tinggi daripada periode yang sama tahun 2024 yang tumbuh 4,33 persen.
Selanjutnya dari sisi produksi, pertumbuhan 5,04 persen (yoy) terdorong oleh kinerja positif sebagian besar lapangan usaha. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh paling tinggi yakni 7,74 persen. Kemudian Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (7,35 persen) serta Konstruksi (6,96 persen).
Tiga Sektor
Adapun tiga sektor mengalami kontraksi, yaitu Pengadaan Listrik dan Gas (-6,85 persen), Pertambangan dan Penggalian (-1,71 persen), serta Pengadaan Air (-0,13 persen).
Kemudian Ahmadriswan menjelaskan, secara struktur perekonomian Lampung masih didominasi oleh tiga sektor utama. “Perekonomian Lampung pada triwulan III-2025 masih terdominasi oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan peranan sebesar 28,38 persen. Selanjutnya Industri Pengolahan sebesar 19,44 persen dan Perdagangan Besar-Eceran sebesar 13,91 persen,” jelasnya.
Secara q-to-q, pertumbuhan 0,69 persen terutama tertopang oleh sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (6,15 persen) serta Industri Pengolahan (5,10 persen). Namun, beberapa sektor masih terkontraksi, dengan Transportasi dan Pergudangan mengalami penurunan terdalam sebesar 5,50 persen.
Kemudian dari sisi pengeluaran, pertumbuhan 5,04 persen (yoy) terdorong oleh peningkatan pada seluruh komponen. Dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatat kenaikan tertinggi 6,05 persen. Selanjutnya Konsumsi Lembaga Nonprofit (5,59 persen) dan Ekspor Barang dan Jasa (5,33 persen). Lalu komponen Konsumsi Rumah Tangga, yang memiliki porsi terbesar yaitu 60,49 persen, juga tumbuh 4,94 persen.
Sementara itu. Secara spasial, perekonomian Lampung berkontribusi 10,13 persen terhadap total PDRB Pulau Sumatera. Dengan pertumbuhan 5,04 persen, Lampung menempati posisi ketiga tertinggi Sumatera setelah Kepulauan Riau (7,48 persen) dan Sumatera Selatan (5,20 persen). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi regional Sumatera tercatat 4,90 persen.








