Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi pendorong utama kebangkitan ekonomi desa melalui pengelolaan potensi lokal secara maksimal.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Samsurijal Ari, mengatakan bahwa ribuan KDMP yang telah terbentuk akan memberikan dampak besar bagi masyarakat desa. Dengan jumlah 2.651 koperasi, potensi anggota diperkirakan mencapai lebih dari 132 ribu orang.
“Jika satu koperasi beranggotakan sekitar 50 orang, maka ada lebih dari seratus ribu warga yang mendapat manfaat langsung. Ini akan menjadi kekuatan ekonomi baru di desa,” ujar Samsurijal, Rabu, 26 November 2025.
Baca Juga:
211 Lahan Telah Penuhi Syarat untuk Pembangunan Gedung KDMP
Samsurijal menegaskan bahwa tujuan utama pendirian KDMP adalah membuka ruang usaha di desa. Sehingga roda perekonomian tidak hanya berputar di kota.
Dengan fokus pada potensi lokal, terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Lampung, KDMP mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Begitu koperasi mulai menjalankan usaha, efeknya akan langsung terasa. Usaha yang selama ini banyak dilakukan di luar desa akan berpindah ke desa. Ini akan menciptakan pergerakan ekonomi baru dan memperkuat kemandirian desa,” jelasnya.
Sesuai Karakter Daerah
Samsurijal menambahkan, keberadaan KDMP tidak akan mengganggu pasar koperasi di wilayah perkotaan. Sebaliknya, KDMP akan memiliki fokus pengembangan masing-masing sesuai karakter daerah.
“KDMP di kota diarahkan mengembangkan bisnis sembako dengan dukungan Bulog. Sedangkan koperasi di kawasan pesisir akan fokus pada sektor perikanan, seperti budidaya ikan, hingga pengembangan produk hasil laut,” jelasnya.
Hingga kini, 200 dari 2.651 KDMP di Lampung sudah aktif menjalankan usaha. Sementara itu, 211 lahan telah dinyatakan lolos verifikasi sebagai lokasi pembangunan gerai dan gudang koperasi.
Situasi ini dinilai sejalan dengan kondisi ekonomi Lampung. Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi provinsi pada triwulan III 2025 mencapai 5,04 persen, dengan sektor pertanian mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 7,74 persen.
Sementara industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian daerah sebesar 17,66 persen.
“Dengan menggerakkan sektor unggulan desa, KDMP bisa menjadi akselerator baru bagi pertumbuhan ekonomi Lampung ke depan,” tutup Samsurijal.








