Bandar Lampung (Lampost.co) : Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia hari ini melaksanakan pelantikan pejabat struktural sebagai bagian dari penataan kelembagaan dan percepatan transformasi layanan haji dan umrah. Prosesi mulai pukul 15.30 WIB di Masjid Al-Ikhlas, Kementerian Haji dan Umrah RI, Thamrin, Jakarta Pusat.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, memimpin langsung pelantikan tersebut dan menghadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagai saksi.
Menteri Irfan Yusuf menegaskan bahwa pelantikan ini mendorong percepatan perubahan tata kelola haji dan umrah di Indonesia. Ia menilai prosesi di masjid mencerminkan komitmen pelayanan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.
“Kemenhaj hadir karena kebutuhan mendesak untuk melakukan perubahan nyata dalam tata kelola haji dan umrah. Sejak awal, kementerian ini bergerak dari titik tanggung jawab dan tuntutan perubahan, bukan dari zona nyaman,” ujar Irfan Yusuf melalui keterangan tertulis, Kamis, 27 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa Keputusan Presiden dan regulasi yang melandasi pembentukan struktur baru ini menguatkan amanah konstitusi dan mempertegas kebutuhan kelembagaan.
“Saudara harus bergerak cepat, membangun koordinasi lintas instansi, memperkuat komunikasi publik, dan menjawab harapan umat. Mereka menunggu perubahan,” kata Irfan.
Irfan Yusuf juga menegaskan komitmen transparansi dan akuntabilitas di Kemenhaj. Ia membuka ruang kritik dan memastikan seluruh jajaran bekerja atas nama NKRI.
“Kita harus berani mengambil keputusan yang benar meski dinilai dari sudut pandang sempit. Saya yakin integritas dan semangat bersama akan membawa Kemenhaj menjadi kementerian yang modern, profesional, kreatif, dan inovatif,” ujarnya.
Tanggung Jawab
Dalam prosesi tersebut, Irfan Yusuf melantik mantan Kakanwil Kemenag Lampung, Puji Raharjo, sebagai Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen BPHU). Setelah pelantikan, Puji Raharjo menegaskan bahwa jabatan ini memikul tanggung jawab besar di hadapan Allah dan umat.
“Pelantikan ini tidak memberi ruang untuk berbangga diri. Ini ruang pengabdian. Saya datang dari kultur NU yang menanamkan adab khidmah. Karena itu, saya meniatkan amanah sebagai Dirjen BPHU sebagai ladang pelayanan. Negara memberi kepercayaan untuk memastikan jemaah haji memperoleh layanan terbaik. Itu tugas berat sekaligus mulia,” ujarnya.
Puji Raharjo berkomitmen menjaga nilai kesederhanaan, integritas, dan etos kerja di lingkungan Kemenhaj. Ia menekankan bahwa pembenahan layanan haji harus selalu mendahulukan kepentingan publik.
“Transformasi penyelenggaraan haji tidak bisa menunggu. Kami memperkuat regulasi, memperbaiki sistem, dan memastikan setiap kebijakan berdampak langsung bagi jemaah. Dengan kerja keras, kesederhanaan hati, dan doa para ulama, saya optimistis layanan haji Indonesia akan terus membaik,” tambahnya.
Pelantikan pejabat eselon I berlangsung berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 185/TPA Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Haji dan Umrah, dengan nama-nama berikut:
-
Teguh Dwi Nugroho – Sekretaris Jenderal
-
Puji Raharjo – Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (BPHU)
-
Ian Heriyawan – Direktur Jenderal Pelayanan Haji
-
Jaenal Effendi – Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah
-
Harun Al Rasyid – Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah
-
Dendi Suryadi – Inspektur Jenderal
-
Ramadhan Harisman – Staf Ahli Bidang Manajemen dan Transformasi Layanan Publik








