Bandar Lampung (Lampost.co) — Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Lampung memperluas program edukasi pencegahan penyakit jantung dengan menyasar kelompok remaja dan pekerja. Langkah ini dilakukan untuk menekan faktor risiko sejak dini, terutama yang berkaitan dengan kebiasaan merokok.
Poin Penting
- YJI Lampung memperluas edukasi pencegahan penyakit jantung untuk remaja dan pekerja.
- Program fokus pada pengurangan kebiasaan merokok, termasuk rokok elektrik.
- Akses mudah terhadap vape membuat remaja rentan kecanduan.
- Pekerja menjadi kelompok berisiko karena tekanan dan rutinitas kerja.
- Kampanye Keren Tanpa Rokok digenjot di sekolah-sekolah.
Ketua YJI Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengatakan pihaknya berkomitmen memperkuat kampanye hidup sehat melalui berbagai pendekatan preventif.
Baca juga : Tingkatkan Edukasi Pencegahan Penyakit Jantung
“Kampanye Keren Tanpa Rokok menjadi salah satu fokus utama yang akan kami gencarkan di sekolah-sekolah,” ujar Wulan.
Ia menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan remaja. Menurut dia, akses yang semakin mudah membuat kebiasaan tersebut cepat berkembang.
“Dengan kemajuan zaman, bukan hanya rokok tembakau saja, tetapi rokok elektrik juga semakin mudah didapat,” jelas dia.
YJI Lampung juga menyoroti kelompok pekerja yang dinilai memiliki tantangan berbeda dalam menghentikan kebiasaan merokok. Rutinitas dan tekanan kerja disebut menjadi pemicu tingginya konsumsi rokok.
“Ini juga harus kita ajak pelan-pelan. Fokus kami adalah menyosialisasikan gaya hidup sehat. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” Wulan memaparkan.
Dengan perluasan program tersebut, YJI menegaskan pentingnya edukasi jangka panjang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa gaya hidup sehat merupakan langkah utama dalam pencegahan penyakit jantung.








